LlNagan Raya, Aceh – Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya memastikan bahwa video yang saat ini viral di media sosial, yang memperlihatkan seorang warga diterkam harimau di Kecamatan Tadu Raya, tidak benar dan termasuk informasi bohong (hoaks). Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolres Nagan Raya melalui Kapolsek Tadu Raya, Iptu Cut Husein.
Menurut Cut Husein, polisi langsung merespons setelah mendapatkan laporan masyarakat tentang beredarnya video tersebut. Tim gabungan dari Polsek Tadu Raya dan Bhabinkamtibmas melakukan pemeriksaan dan penelusuran di lapangan sejak video mulai tersebar.
Pengecekan berlangsung sepanjang Kamis dari pukul 10.30 hingga 18.30 WIB. Seluruh lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian diperiksa, termasuk koordinasi dengan perangkat desa (gampong) serta fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Namun, tidak ditemukan korban, tidak ada laporan warga, dan tidak ada bukti kejadian serangan harimau seperti dalam video viral itu.
“Kami telah memantau dan memeriksa langsung sebanyak 22 gampong serta seluruh puskesmas di Kecamatan Tadu Raya. Semua hasilnya nihil. Tidak ada kejadian seperti yang ditayangkan dalam video,” jelas Cut Husein.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pihak kepolisian menyatakan bahwa video yang beredar tidak memiliki sumber jelas dan telah dikategorikan sebagai hoaks. Sementara itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Tadu Raya dilaporkan tetap aman dan kondusif.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di platform digital. Penyebaran hoaks menurutnya dapat menimbulkan keresahan serta berdampak hukum bagi pelaku yang menyebarkannya mani.
Polsek Tadu Raya menegaskan akan terus melakukan patroli dan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah menyebarnya informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat.



























