TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
30/01/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI , Medan, 30 Januari 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan ketersediaan tiket kereta api untuk masa angkutan Lebaran 2026 masih relatif aman. Tiket telah dapat dipesan sejak 25 Januari 2026 untuk keberangkatan mulai H-10 Lebaran atau 11 Maret 2026. Sementara itu, per Jumat (30/1), pelanggan sudah bisa membeli tiket untuk keberangkatan H-5 Lebaran, yakni 15 Maret 2026.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa pola pemesanan tiket di wilayah Sumatera Utara cenderung masih landai pada periode jauh hari sebelum Lebaran. Lonjakan penumpang biasanya baru terjadi ketika memasuki bulan suci Ramadan.
“Karakter penumpang kereta api di wilayah Sumatera Utara pada masa angkutan Lebaran memang belum terlalu tinggi jika masih jauh dari hari raya,” ujar Anwar.
Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh kepastian jadwal libur dari instansi pemerintah, perusahaan, maupun sekolah yang umumnya baru ditetapkan mendekati Lebaran. “Setelah memasuki bulan puasa dan jadwal libur sudah jelas, barulah tiket mulai diburu masyarakat,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KAI Divre I Sumatera Utara menyiapkan total 5.616 tempat duduk per hari, yang berasal dari operasional 6 perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai dan 4 perjalanan KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantau Prapat.
KAI juga membagikan sejumlah strategi bagi calon penumpang agar tidak kehabisan tiket. Salah satunya dengan memilih tanggal keberangkatan alternatif di luar tanggal favorit. Apabila tanggal yang diinginkan telah penuh, pelanggan disarankan menggeser pencarian satu hari sebelum atau sesudahnya.
Selain itu, pelanggan dianjurkan untuk melakukan pengecekan tiket secara berkala. Tiket yang tidak dibayarkan dalam batas waktu tertentu akan otomatis dibatalkan oleh sistem dan kembali tersedia untuk dipesan oleh pelanggan lain.
“Pelanggan perlu rajin melakukan refresh aplikasi karena tiket hasil pembatalan bisa muncul kembali kapan saja,” jelas Anwar.
Jika rute utama sudah habis, pelanggan dapat memanfaatkan metode pecah rute atau kereta persambungan. Sebagai contoh, membeli tiket Medan–Tebing Tinggi lalu melanjutkan perjalanan Tebing Tinggi–Tanjungbalai pada jadwal berikutnya. Namun demikian, KAI mengingatkan agar jarak waktu antar kereta minimal 60 menit guna menghindari risiko tertinggal.
KAI juga menegaskan bahwa pembelian tiket hanya dilakukan melalui kanal resmi, seperti aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, atau mitra penjualan resmi. Hal ini penting untuk menjamin keamanan transaksi serta menghindari harga di atas tarif yang telah ditetapkan.
Dengan berbagai strategi tersebut, KAI berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik Lebaran lebih awal sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman, aman, dan berkesan bersama keluarga, Terangnya.
(***)



























