Bukan di Balik Meja: Nyak Syi Menyusuri Lumpur Bersama Warganya

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:55 WIB

50158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timelinesinews.com [] PIDIE JAYA – Lumpur belum mengering. Dinding rumah masih retak. Bau genangan bercampur tangis yang tertahan masih memenuhi udara Pidie Jaya. Bencana belum benar-benar pergi, dan bagi sebagian warga, luka itu masih terbuka.

Di tengah semua itu, ada satu keputusan yang tak pernah berubah: H. Sibral Malasyi tetap tinggal.

Ia bisa saja beristirahat. Bisa memilih menjauh sejenak. Bisa menunggu laporan datang ke meja. Tapi sejak banjir bandang dan longsor menerjang Pidie Jaya pada 25 November 2025, Bupati yang akrab disapa Nyak Syi mengambil sikap yang sunyi namun berat: menolak pergi saat rakyatnya masih bertahan di pengungsian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari-hari setelah bencana bukanlah hari yang ringan. Lumpur menenggelamkan halaman rumah. Jalan putus. Harapan terombang-ambing. Namun di setiap sudut desa terdampak, Nyak Syi terus muncul—bersepatu bot, pakaian lapangan, wajah letih yang tak sempat disembunyikan.

Ia menyusuri lumpur, menembus hujan, berdiri di antara puing-puing rumah yang runtuh. Tak ada jarak. Tak ada panggung. Yang ada hanya kehadiran—dan itu terasa nyata bagi warga yang kehilangan segalanya.

Pidie Jaya bukan daerah kaya anggaran. Keterbatasan ada di mana-mana. Tapi bagi Nyak Syi, itu bukan alasan untuk berhenti. Dengan sisa tenaga dan tekad yang nyaris dipaksakan, ia menggerakkan apa pun yang bisa digerakkan: bantuan, akses, koordinasi, dan perhatian.

Harga dari pilihan itu mahal. Tubuhnya berkali-kali menyerah lebih dulu. Infus terpasang di lengannya. Obat dikonsumsi di sela rapat. Namun bahkan saat fisiknya goyah, Nyak Syi tetap kembali ke lapangan.

“Warga masih di pengungsian,” kalimat itu menjadi alasan yang tak pernah bisa dibantah—bahkan oleh rasa sakitnya sendiri.

Saat pejabat pusat datang meninjau lokasi bencana, Nyak Syi selalu ada di samping mereka. Ia tak ingin Pidie Jaya dilihat dari balik laporan rapi di atas meja. Ia ingin luka itu dilihat langsung. Lumpur itu disentuh. Air mata itu didengar.

Tekanan datang bertubi-tubi. Kritik mengalir deras. Tapi ia tetap berjalan, tanpa keluh, tanpa drama—selain drama yang memang nyata di hadapannya.

Yang paling menyentuh justru datang dari anak-anak. Anak-anak korban bencana yang kini tak lagi canggung. Mereka mengenal Nyak Syi. Menggenggam tangannya. Menarik bajunya, mengajaknya melihat rumah yang hancur, sekolah yang tak lagi berdiri.

Di sana, kepemimpinan tak perlu pidato.

Siang hari di bawah matahari yang membakar. Malam hari di ruang rapat yang tak pernah benar-benar sunyi. Istirahat menjadi kemewahan yang tak sempat dipikirkan. Setiap keluhan warga dicatat. Setiap tangis ditampung.

Nyak Syi mengakui, beberapa kali ia harus diinfus sambil tetap bekerja—demi satu hal sederhana namun krusial: tak ada warga yang ditinggalkan.

Di Pidie Jaya hari ini, Nyak Syi bukan sekadar bupati.

Ia adalah simbol keteguhan di tengah bencana.

Saat banjir bandang meruntuhkan rumah, dan longsor mengubur harapan, ia memilih jalan yang paling sunyi sekaligus paling berat:

tetap tinggal, tetap bekerja, dan tetap bersama rakyatnya. (***)

Berita Terkait

Pemko Langsa Perkuat Kinerja PPID, Siap Hadapi Monev Keterbukaan Informasi 2026
Raih Apresiasi Bunda PAUD Nasional, Bunda PAUD Lhokseumawe Bagikan Praktik Baik pada Penguatan Pokja se-Aceh
CKG di Aceh Besar Ungkap Beragam Masalah Kesehatan Tiap Kelompok Usia, Warga Diimbau Rutin Skrining
Satlantas Polresta Banda Aceh Sita 80 Sepeda Motor Gunakan Knalpot Brong Selama Juli 2026
Kapolda Aceh: Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Purnawirawan Tetap Pilar Kekuatan Polri
Cepat, Tepat, dan Presisi! Tim URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas, Diduga Beraksi di Tujuh Lokasi
Kapolres Pidie Jaya Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat*
Baitul Mal Aceh Investigasi Dugaan Pungli Bantuan Modal Usaha, Minta Pelaku Kembalikan Hak Mustahik

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:24 WIB

Perkuat Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, Rutan Tanjung Pura Ikuti Arahan Dirjenpas Secara Virtual

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:15 WIB

Optimalkan Pelaksanaan Tusi, Kalapas Bersama Jajaran Lapas Padangsidimpuan Ikuti Zoom Pengarahan Dirjenpas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:58 WIB

Rutan Labuhan Deli Jadi Tuan Rumah Penguatan Tusi UPT Pemasyarakatan se-Sumut oleh Stafsus Menimipas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:20 WIB

Perkuat Tugas dan Fungsi Pegawai, Lapas Perempuan Medan Ikuti Pengarahan Dirjen Pemasyarakatan Secara Virtual

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:11 WIB

Bapas Medan Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Melalui Zoom Meeting

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:05 WIB

Sinergi TNI dan Pemasyarakatan, Karutan Labuhan Deli Hadiri Pembagian Tali Asih di Koramil Marelan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:40 WIB

Kontrol Keliling Blok Hunian, Lapas Pemuda Langkat Perkuat Pengawasan Dan Deteksi Dini Kamtib

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

PT PPK Perkuat Daya Saing Pelabuhan Belawan Lewat Pembangunan Jaringan Listrik Modern

Berita Terbaru