Harga Daging di Pidie Jaya Tembus Rp180–200 Ribu per Kg, Pedagang: Seharusnya Rp200 Ribu

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 00:00 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii..PIDIE JAYA – Harga daging sapi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya kini berada di kisaran Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram. Tim media timelinesinews.com yang turun langsung ke beberapa lokasi menemukan harga relatif seragam di sejumlah pasar tradisional.

Foto dok, kondisi di kecamatan ulim

Di Kecamatan Ulim, harga daging tercatat Rp180 ribu per kilogram. Kondisi serupa juga ditemukan di Kecamatan Jangka Buya dan Kecamatan Meureudu (Merdu), dengan harga rata-rata Rp180 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging di kawasan Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, mengungkapkan bahwa harga tersebut sebenarnya masih di bawah harga ideal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto dok, lokasi di kec jangkabuya

“Kalau melihat harga beli dan biaya operasional, sebenarnya harus kita jual Rp200 ribu per kilogram. Tapi karena kondisi ekonomi masyarakat sedang melemah, kami sesuaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, daya beli masyarakat menurun pasca musibah bencana yang melanda hampir seluruh wilayah di Pidie Jaya dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat para pedagang mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi sebelum menetapkan harga jual.

Kenaikan harga daging ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya harga ternak dari pemasok yang meningkat serta biaya distribusi. Meski demikian, pedagang berharap kondisi ekonomi masyarakat segera pulih agar aktivitas jual beli kembali stabil.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pasar tetap berjalan, namun jumlah pembeli tidak seramai biasanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang momentum hari-hari besar keagamaan.

Berita Terkait

Rapat Teknis Digelar, Pemkab Matangkan Skema Penghunian Huntara
Pulihkan Trauma Pascabanjir dan Longsor, Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Gelar Trauma Healing di Pidie Jaya
Puncak Megang Lesu, Pedagang Pasar Induk Lambaro Teriak: Faktor Ekonomi Juga Pemicu
Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS Dampingi Pendistribusian Logistik Kapolri kepada Korban Banjir dan Longsor di Pidie Jaya
Optimisme di Tengah Dinamika, Megang Tetap Sampai ke Warga
Bantuan Meugang Disalurkan ke 852 Desa, Pemkab Aceh Utara Percepat Pemulihan Pascabanjir
Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu
212 Huntara Siap Huni,H.Sibral Malasyi: Ini Jawaban atas Penantian Warga

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 02:01 WIB

Yayasan Sirajul Rahim Buka Posko Donasi untuk Korban Banjir Aceh 5–15 Desember 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:56 WIB

Muay Thai, Efektif untuk Bela Diri dan Kebugaran Fisik? Ini Penjelasan Para Ahli

Senin, 17 November 2025 - 16:27 WIB

Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja

Jumat, 14 November 2025 - 21:59 WIB

Aksi Selamatkan Hiu: Pemuda Banyuwangi Kembangkan Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Identifikasi Spesies Hiu Secara Akurat

Jumat, 14 November 2025 - 21:26 WIB

Pangan, Martabat, dan Peradaban:  Membaca Kedaulatan dari Perspektif Kebudayaan

Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:41 WIB

Michael Octaviano Wakili Aceh di Ajang Anugerah DPD Award 2025

Senin, 20 Oktober 2025 - 20:22 WIB

Bangkit dari Keterpurukan, SD Negeri 4 Blangkejeren Kembalikan Cahaya Pendidikan Lewat Program BERSERI (Belajar Sepanjang Hari)

Minggu, 11 Mei 2025 - 11:53 WIB

Tanah Eks-HGU di Sumatera Utara: Antara Janji Pembebasan dan Ancaman Reproduksi Ketidakadilan

Berita Terbaru

Oplus_131072

KALIMANTAN TENGAH

Koordinasi Pembentukan Pos Bapas, Bapas Kelas I Palangka Raya Tinjau Lokasi

Jumat, 20 Feb 2026 - 11:50 WIB