REFLEKSI NUZULULQUR’AN
RASULULLAH MENGADU
PADA ALLAH SWT.
cak Haba – penyair.*
.Ada sebuah aduan yang sangat memilukan dalam Al-Qur’an.
Sebuah pengaduan yang langsung dari Rasulullah ﷺ kepada Allah SWT.
Dalam Surah Al-Furqan ayat 30 Allah SWT menjelaskan tentang prilaku umat nabi Muhammad Saw ketika beliau menjabarkan surat Albaqarah (2 ): 185), tentang turunnya Al-Quran.
وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا
Rasul Allah berkata:
“Wahai Tuhanku, kaumku benar-benar telah menjauhi aku karena aku menyampaikan Al-Qur’an ini kepada mereka.”
(QS. Al-Furqan [25]: 30)
Bayangkan betapa sedihnya perasaan kita jika kelak di hari kiamat Nabi yang kita harapkan syafaatnya justru mengadu kepada Allah bahwa kita termasuk orang yang mencampakkan kitab suci-Nya.
Mencampakkan bukan berarti membuangnya ke tong sampah, melainkan
kita memilikinya tetapi tidak pernah membacanya;
kita membacanya tetapi tidak mau memahaminya;
kita memahaminya tetapi enggan mengamalkannya.
Poin penting dari ayat ini terletak pada kata MAHJURA, bermakna menunggalkan atau memutuskan, memutuskan Kata ,’mahjura’ berasal dari akar kata Hajura – yahjuru. 0
Para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi menjelaskan bahwa pengertian makna
“meninggalkan” Al-Qur’an bukan hanya semata-mata berarti tidak membacanya,
tetapi mencakup beberapa perilaku.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mahjura atau mengacuhkan Al-Qur’an memiliki beberapa tingkatan yang berbahaya:
* Tidak mau
mendengarkan apa yang
tersurat maupun yang
tersirat.
Telinga lebih akrab dengan
musik atau kebisingan
dunia daripada menikmati
lantunan Ayat-ayat Qur’an.
* Tidak mengimaninya Ragu
akan kebenaran isi di
dalamnya.
* Tidak mentadabburi
Al.Qur’an.
Membacanya hanya
sekedar lewat lisan tanpa
berusaha memahami
maknanya.
* Tidak mengamalkannya,
Tahu hukumnya, tetapi
enggan mematuhinya.
ADA PERISTIWA AGUNG YAKNI NUZULUL QUR’AN.
Pada malam 17 Ramadhan, Allah SWT menurunkan wahyu pertama kepada Rasulullah SAW di Gua Hira.
Peristiwa ini bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi peristiwa dahsyat saat langit menyapa bumi,
saat Jibril AS memeluk erat Rasulullah ﷺ di Gua Hira’ yang sunyi, membisikkan kata “Iqra!” Iqra’ Iqra’ Bismi
Rabbikal ladzi Kholaq”
Hari ini kita berada di momentum peringatan Nuzulul Qur’an.
Mari kita jadikan momentum refleksi:
– Sejauh mana Al-Qur’an
telah mewarnai detak
jantung dan langkah kaki
kita?
* Masihkah Al-Qur’an itu
hidup di rumah kita ini
atau ia hanya menjadi
pajangan berdebu di
sudut lemari?
* Atau Al Qur’an sebagai
pengiring Obat saat kita
mau sakaratul maut atau
menjelang Kematian?
Yuk kita cepat pulang untuk merevisi kekurangan kita, membiasakan membaca ayat Al-Qur’an sekalipun hanya seayat setiap hari.
‘ Siapa umatku yang membaca ayat ayat Al Qur’an maka Allah sediakan sepuluh kebaikan setiap hurufnya ” (sabda Rasullullah).
* Hari ke 16 ramadhan.
ust.h.hasan basri mansur
Penyair Sufistik Banten
lahir di dusun pesisir
Prenduan Sumenep.
Madura Jatim.
Alumni Perdana Al Amien
Prenduan ’77


































