Foto:Prosesi Pesijuk Calan Jamah Haji Gampong (Desa) Tanjong Pagar Air,Rabu (27 April 2026) Dok.TLii-
TLii– Aceh | Kota jantho, Aceh Besar — Pemerintah Gampong Tanjong, Kemukiman Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, menggelar prosesi peusijuek (tepung tawar) sekaligus pelepasan 10 calon jamaah haji (CJH) di Masjid Assajidin, Kompleks Dolog, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini merupakan tradisi adat Aceh yang sarat nilai religius, sebagai bentuk doa, restu, dan harapan keselamatan bagi warga yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri aparatur gampong, tokoh masyarakat, keluarga jamaah, serta warga setempat. Momentum tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan doa bersama agar para CJH dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Peusijuek yang dirangkai dengan tausiah agama dipimpin oleh Imum Syik Masjid Assajidin, Prof. Dr. Drs. Tgk. H. Muchsin Nya’Umar, S.H., M.H. Dalam prosesi tersebut, ia memanjatkan doa keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi para jamaah.
Tradisi tepung tawar kemudian dilaksanakan oleh Geuchik Gampong Tanjong, Akmalul Hakim, S.Pd.I., bersama tokoh masyarakat sebagai simbol penghormatan dan harapan kebaikan.
Dalam sambutannya, Akmalul Hakim menegaskan pentingnya menjaga keikhlasan, kesehatan, serta nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
Ia mengingatkan bahwa para jamaah membawa nama Baik Gampong Tanjong, Kabupaten Aceh Besar, hingga nama Harum Provinsi Aceh.
“Kami berharap para jamaah mengikhlaskan segala yang ditinggalkan di gampong dan fokus beribadah, mengikuti arahan petugas, serta menjaga citra daerah selama menjalankan ibadah haji,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat telah saling memaafkan atas segala khilaf.
Selain itu, pihaknya berharap para jamaah turut mendoakan warga Gampong Tanjong agar senantiasa terhindar dari musibah serta diberikan rezeki dan kesejahteraan, sehingga kelak dapat menyusul menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, salah seorang CJH, Hasan Basri, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berhaji yang dinilainya sebagai panggilan Allah SWT.
Ia mengaku telah menunggu sejak 2012 dengan masa tunggu sekitar 14 tahun.“Ini adalah panggilan Allah. Kami yakin dengan doa masyarakat, ibadah ini dapat kami jalankan dengan baik,” katanya.
Dalam tausiahnya, Prof. Tgk. H. Muchsin Nya’Umar menekankan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang menuntut keikhlasan dan kesabaran.
Jamaah diingatkan untuk meluruskan niat, menjaga adab, serta memahami makna setiap rangkaian ibadah seperti ihram, tawaf, dan tahallul sebagai bentuk penyucian diri.
Sebanyak 10 CJH asal Gampong Tanjong akan bergabung dengan 535 jamaah haji dari Aceh Besar dan Banda Aceh dalam satu kelompok terbang (kloter).
Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji sebelum diberangkatkan ke Makkah.
Mengutip panitia penyelenggara haji Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Drs. Nanang Syaifuddin, M.M., total rombongan mencapai 561 orang, terdiri dari 535 jamaah dan sekitar 15 petugas haji.
Sepuluh CJH asal Tanjong termasuk dalam bagian dari 535 jamaah asal Aceh Besar.“Kloter pertama akan masuk asrama pada 5 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, dan kloter berikutnya menyusul sesuai jadwal,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta prosesi saling bermaafan antara jamaah dan masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai religius dan kearifan lokal dalam mempererat solidaritas sosial masyarakat Aceh.
*[Yahbit]



























