TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
01/03/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tanjung Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung secara rutin melaksanakan kegiatan kebaktian rohani bagi warga binaan yang beragama Nasrani. Kegiatan tersebut digelar di Aula G.G. Van Delft Rutan Tanjung dengan pembimbingan Pdt. Chrissel Yosafat Simamora, Sabtu (28/02/2026).

Pelaksanaan kebaktian ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani berkelanjutan yang bertujuan memperkuat iman, menenangkan batin, serta menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual bagi warga binaan. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi warga binaan untuk menenangkan hati, memperdalam iman, serta merenungkan perjalanan hidup yang tengah dijalani.
Melalui pembinaan yang menyentuh sisi kemanusiaan tersebut, diharapkan warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih positif serta memiliki bekal spiritual saat kembali ke tengah masyarakat.
Kebaktian berlangsung dalam suasana tenang dan penuh kekhidmatan.
Rangkaian ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan doa bersama, pembacaan firman Tuhan, serta penyampaian khotbah yang sarat pesan pengharapan, kesabaran, dan semangat untuk memperbaiki diri. Seluruh warga binaan mengikuti ibadah dengan tertib dan penuh penghayatan, mencerminkan antusiasme serta kesungguhan dalam menjalankan kegiatan rohani tersebut.
Dalam khotbahnya, Pdt. Chrissel Yosafat Simamora menyampaikan pesan penguatan iman dan harapan bagi seluruh warga binaan.
“Setiap orang memiliki masa lalu, tetapi Tuhan selalu memberi kesempatan untuk masa depan yang lebih baik. Di tempat inilah kita belajar berserah, memperbaiki diri, dan menata hidup dengan iman serta kasih,” ujarnya.
Sebagai penutup kegiatan, salah seorang warga binaan mengungkapkan bahwa kebaktian rutin tersebut memberikan ketenangan dan kekuatan batin selama menjalani masa pembinaan.
“Melalui kebaktian ini kami merasa dikuatkan dan diingatkan untuk tidak menyerah. Ibadah ini menjadi pengingat bahwa masih ada harapan dan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya dengan tulus.
Sementara itu, Kepala Rutan Tanjung, Remun Andika Gersang, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga binaan dalam mengikuti kegiatan kebaktian. Ia menegaskan bahwa pembinaan rohani merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan.
“Kegiatan keagamaan seperti kebaktian ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual agar warga binaan memiliki pegangan hidup, sikap positif, serta kesiapan untuk kembali dan berperan baik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan kebaktian secara rutin, Rutan Kelas IIB Tanjung terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang utuh dan berkesinambungan, tidak hanya berfokus pada penguatan fisik dan peningkatan keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek rohani dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pembinaan rohani ini diharapkan mampu membentuk kepribadian warga binaan yang lebih baik, menumbuhkan kesadaran diri, serta memperkuat sikap positif dalam menjalani masa pembinaan, sehingga proses pemasyarakatan dapat berjalan lebih bermakna dan memberikan bekal moral serta spiritual saat mereka kembali ke tengah masyarakat, Terangnya.
#Ditjenpas
#Pemasyarakatan
#GuardandGuide
#Pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat
#KanwilDitjenPasKalsel
#Mulyadi
(***)


































