TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
23/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tanjung, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Nasrani melalui ibadah kebaktian bersama. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (17/06/2026) ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan di Rutan Tanjung.

Bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, kegiatan kebaktian berlangsung dengan khidmat dan tertib. Warga binaan mengikuti rangkaian ibadah yang meliputi pujian dan penyembahan, pembacaan firman Tuhan, renungan rohani, hingga doa bersama. Selama kegiatan berlangsung, warga binaan tampak mengikuti ibadah dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penguatan iman, harapan, serta perenungan diri.

Pembimbing ibadah, Nurhayati, S.Th., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan bimbingan kepada warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik melalui pendekatan spiritual.
“Kami akan selalu siap untuk memberikan bimbingan kepada teman-teman warga binaan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memberikan pembinaan positif kepada warga binaan dengan harapan menjadi bekal spiritual saat nantinya bebas,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan kerohanian ini menjadi salah satu upaya Rutan Tanjung dalam memberikan pelayanan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga dari aspek mental dan spiritual. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diharapkan mampu memperbaiki diri, menumbuhkan sikap positif, serta membangun kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membentuk pribadi warga binaan yang lebih tenang, bertanggung jawab, dan memiliki kekuatan batin dalam menghadapi masa pembinaan.
“Pembinaan kerohanian kami laksanakan sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Kami berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku, pola pikir, dan semangat hidup warga binaan,” ujar Raymon.
Ia menambahkan, kegiatan kebaktian ini juga mencerminkan komitmen Rutan Tanjung dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, religius, dan berorientasi pada perubahan diri. Dengan adanya pembinaan kerohanian secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan memperoleh ketenangan batin, memperkuat nilai-nilai moral, serta memiliki bekal spiritual untuk kembali ke tengah masyarakat.
Rutan Tanjung berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan bagi seluruh warga binaan sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Hal ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membina warga binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, serta mampu kembali berperan secara positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat, Terangnya.
(***)



























