TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
23/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tanjung Pelatihan keterampilan barista dan barbershop bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus berlanjut memasuki hari berikutnya setelah resmi dibuka pada Senin lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula G.G. Van Delft Rutan Tanjung, Rabu (17/6/2026), diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta yang secara aktif mempraktikkan materi yang telah diberikan oleh instruktur.

Pada sesi pelatihan barbershop, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan berbagai teknik memangkas rambut, mulai dari teknik dasar hingga lanjutan. Warga binaan secara bergantian melakukan pemotongan rambut sesuai arahan instruktur, meliputi penggunaan alat cukur, teknik fading, hingga penataan rambut yang rapi dan profesional.

Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teknik pijat kepala (head massage) sebagai layanan tambahan yang dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam usaha barbershop.
Sementara itu, dalam pelatihan barista, warga binaan mempraktikkan cara meracik dan menyajikan kopi sesuai teknik yang telah dipelajari sebelumnya. Para peserta secara bergantian membuat berbagai sajian kopi dengan memperhatikan takaran bahan, proses penyeduhan, teknik penyajian, serta kualitas cita rasa yang dihasilkan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta, instruktur melakukan evaluasi terhadap hasil praktik masing-masing warga binaan. Pada pelatihan barbershop, penilaian difokuskan pada kerapian, teknik pemotongan, dan hasil akhir potongan rambut. Sedangkan pada pelatihan barista, aspek yang dinilai meliputi kualitas rasa, aroma, penyajian, serta ketepatan proses pembuatan kopi.
Salah satu tim dari Yayasan JIKAMAKA, Widya Putri, menegaskan bahwa praktik langsung dan evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran keterampilan.
Menurutnya, melalui penilaian tersebut peserta dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan kemampuan selama mengikuti pelatihan.
“Praktik langsung dan evaluasi merupakan bagian penting dalam pelatihan ini. Dengan adanya penilaian terhadap hasil potongan rambut dan cita rasa kopi yang dibuat, peserta dapat mengetahui kemampuan yang telah dimiliki serta hal-hal yang perlu diperbaiki. Kami berharap seluruh peserta dapat menguasai keterampilan ini dengan baik sehingga nantinya memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan secara produktif,” ujar Widya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Salah seorang warga binaan, Ikmal, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengalaman baru sekaligus keterampilan yang memiliki peluang usaha cukup besar.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena memberikan ilmu dan keterampilan yang bermanfaat bagi kami. Selain belajar memangkas rambut dan membuat kopi, kami juga mendapatkan masukan langsung dari instruktur mengenai hasil praktik yang kami lakukan. Penilaian tersebut membuat saya lebih memahami apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Semoga keterampilan yang kami peroleh selama pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” ungkap Ikmal.
Melalui pelatihan barista dan barbershop ini, Rutan Kelas IIB Tanjung terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk mendukung kemandirian ekonomi serta mempermudah proses reintegrasi sosial saat kembali ke tengah masyarakat, Ungkapnya.
(***)



























