TLii|AcehLhokseumawe — Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar wisuda Angkatan ke-38 selama dua hari, Rabu–Kamis (29–30 April 2026), di Auditorium Tgk. Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.
Sebanyak 1.298 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut, menandai bertambahnya sarjana baru di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unimal, Azhari, menjelaskan bahwa pada hari pertama wisuda diikuti 648 lulusan, dengan 111 di antaranya meraih predikat pujian (cum laude). Sementara pada hari kedua, sebanyak 650 lulusan dikukuhkan, dengan 88 lulusan memperoleh predikat serupa. “Secara keseluruhan terdapat 199 lulusan yang meraih predikat cum laude,” ujarnya.
Ia juga merinci distribusi lulusan berdasarkan fakultas, yakni Fakultas Teknik sebanyak 405 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 254 orang, Fakultas Pertanian 118 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 241 orang, Fakultas Kedokteran 133 orang, Fakultas Hukum 91 orang, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 56 orang.
Di tengah capaian tersebut, pihak universitas menegaskan peningkatan kualitas layanan akademik terus menjadi fokus, termasuk penguatan sistem pendidikan berbasis kompetensi untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja bagi lulusan perguruan tinggi masih menjadi tantangan serius, seiring persaingan yang kian ketat di berbagai sektor.
Sementara itu, Rektor Unimal, Herman Fithra, dalam sambutannya mengajak para lulusan untuk turut mempromosikan citra positif Aceh di tengah masyarakat luas. Ia juga memaparkan sejumlah capaian institusi, termasuk penambahan tujuh program studi baru dalam beberapa bulan terakhir.
Dengan penambahan tersebut, Unimal kini memiliki total 57 program studi yang mencakup jenjang diploma hingga doktor. Menurut Herman, kepercayaan pemerintah terhadap Unimal harus diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan serta relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan meluluskan mahasiswa, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan lulusan siap bersaing dan berkontribusi,” tegasnya.
Di sisi lain, upaya memperluas akses pendidikan juga terus dilakukan, salah satunya melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang ditujukan membantu mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi, meski efektivitasnya tetap memerlukan evaluasi berkelanjutan.
Prosesi wisuda berlangsung dengan dihadiri civitas akademika dan keluarga lulusan. Di balik suasana haru dan kebanggaan, wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjalanan para lulusan baru saja dimulai—menuju dunia nyata yang menuntut kompetensi, adaptasi, dan daya saing yang tidak lagi bisa ditawar.


























