TLii|Aceh|Lhokseumawe — 19 April 2026 — Pemerintah Kota Lhokseumawe menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal, prosesi adat peusijuk, serta pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Peusangan Raya (FK-MPR) yang berlangsung pada Minggu (19/4).
Kegiatan yang memadukan nuansa religius, adat, dan organisasi ini dinilai menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengandung nilai penting, tidak hanya sebagai ajang temu kangen, tetapi juga sebagai bentuk penguatan struktur sosial dan budaya masyarakat.
“Momentum ini sangat istimewa karena menggabungkan tiga tujuan mulia, yakni mempererat silaturahmi melalui halal bihalal, memohon keberkahan melalui peusijuk, serta memperkuat organisasi melalui pengukuhan pengurus FK-MPR,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, prosesi peusijuk juga dilakukan kepada Ali Imran sebagai bentuk doa dan harapan masyarakat agar yang bersangkutan senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah jabatan.
Pemerintah kota berharap kehadiran dan pengabdiannya dapat terus memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
Selain itu, Wali Kota turut mengucapkan selamat kepada pengurus FK-MPR yang baru dikukuhkan. Ia menekankan bahwa amanah organisasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat kebersamaan, serta mampu menjadi wadah pemersatu masyarakat Peusangan Raya, khususnya yang berada di perantauan.
Dalam konteks pembangunan, Pemerintah Kota Lhokseumawe saat ini tengah fokus pada sejumlah program prioritas, di antaranya pengendalian inflasi daerah, stabilisasi harga kebutuhan pokok, penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti FK-MPR, untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Lhokseumawe yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.

































