TLii|Aceh|Lhokseumawe — 19 April 2026 — Pemerintah Kota Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan berbasis keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya pada acara wisuda santri Dayah Ulumuddin tahun ajaran 2025–2026, Minggu (19/4).
Dalam sambutan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi terhadap peran dayah dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat. Ia menilai keberadaan dayah menjadi elemen penting dalam menjaga nilai-nilai agama dan budaya di tengah dinamika perkembangan zaman.
“Dayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Lulusan dayah diharapkan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas capaian mereka, seraya menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, dukungan keluarga, serta bimbingan para tenaga pendidik.
Dalam perspektif pembangunan daerah, Pemerintah Kota Lhokseumawe disebut akan terus mendorong pengembangan pendidikan dayah melalui kebijakan dan program yang terintegrasi. Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan SDM unggul yang seimbang antara ilmu pengetahuan, keimanan, dan akhlak.
Di sisi lain, Wali Kota mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti menuntut ilmu dan terus meningkatkan kapasitas diri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
Sementara itu, apresiasi juga disampaikan kepada orang tua santri atas dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan selama proses pendidikan berlangsung.
Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka, sekaligus mencerminkan kontribusi lembaga pendidikan dayah dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pendidikan keagamaan.
Secara lebih luas, penguatan lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti dayah dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing.


































