TLii|Aceh|Lhokseumawe, 25 April 2026 — Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Lhokseumawe melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bagi anak di Sekolah Rakyat Lhokseumawe, Sabtu (25/4).
Kegiatan ini menyasar para siswa yang terdampak banjir sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi psikologis pascabencana. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan dua sesi utama, yakni psikoedukasi trauma pascabencana yang disampaikan oleh Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, dengan pembukaan oleh Nofayana, ST., MAP, serta sesi praktik teknik relaksasi dan manajemen stres yang dipandu oleh Konselor Addina Kamila, S.Psi dan Ahmad Reyhan, S.Psi.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, secara langsung mengajak para siswa untuk bercerita dan dengan penuh perhatian mendengarkan pengalaman serta perasaan mereka, khususnya terkait situasi yang dialami pascabanjir. Para siswa juga diajak mengekspresikan diri melalui kegiatan menggambar serta praktik relaksasi sederhana guna membantu mengelola emosi dan mengurangi stres.
Kegiatan ini turut didampingi oleh fasilitator Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (FALAK) yang membantu membangun kedekatan dengan para siswa melalui pendekatan sebaya.
“Anak-anak yang mengalami bencana seperti banjir membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemulihan psikologisnya. Kita ingin memastikan mereka merasa aman, didengar, dan kembali percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Ny. Yulinda Sayuti.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan (bullying).
“Sekolah harus menjadi ruang yang nyaman dan saling menguatkan. Tidak boleh ada bullying. Justru di momen seperti ini, anak-anak perlu saling mendukung dan menunjukkan empati satu sama lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, Salahuddin, S.ST., M.S.M menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat di Lhokseumawe merupakan hasil perjuangan Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H.
“Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan dan perlindungan anak. Kehadirannya di Lhokseumawe merupakan hasil perjuangan Bapak Wali Kota, dan di Provinsi Aceh sendiri, program ini baru ada di empat daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi ruang penting tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga untuk intervensi sosial, termasuk dukungan psikososial bagi anak-anak yang membutuhkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Julianti, S.Sos, Sekretaris DP3AP2KB Kota Lhokseumawe Ny. Nurhayati, S.Ag, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PPPKA) Susilawati, S.Pi, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Intan Sofia, SE., M.Kesos, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yusmarliana, SKM, serta Pengurus Bunda PAUD Kota Lhokseumawe.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif berpartisipasi, menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan mampu menciptakan suasana yang positif serta mendukung proses pemulihan psikososial mereka.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap upaya perlindungan anak pascabencana dapat terus diperkuat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

































