TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
21/05/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 21 Mei 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan petikemas sepanjang April 2026. Peningkatan ini menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan dalam mendukung distribusi barang serta konektivitas kawasan industri di Sumatera Utara.

Selama April 2026, volume angkutan petikemas di wilayah Divre I Sumut mencapai 37.330 ton. Jumlah tersebut meningkat 34 persen dibandingkan periode yang sama pada April 2025 yang tercatat sebesar 27.957 ton.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis rel.

“Angkutan petikemas dengan kereta api menawarkan kepastian waktu perjalanan, kapasitas angkut yang besar, serta efisiensi distribusi yang semakin dibutuhkan oleh dunia usaha. Hal ini menjadi salah satu faktor meningkatnya minat para mitra dalam menggunakan layanan logistik kereta api,” ujar Anwar.

Ia menjelaskan, selain kepastian jadwal dan kapasitas angkut, struktur biaya logistik berbasis rel yang lebih terukur juga menjadi nilai tambah bagi pengguna jasa. Menurutnya, hal tersebut menjadikan kereta api semakin kompetitif sebagai solusi distribusi barang dalam skala besar.
Sepanjang Januari hingga April 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah mengangkut total 101.589 ton komoditas menggunakan layanan petikemas. Angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi logistik yang terintegrasi dan efisien di wilayah Sumatera Utara.
“Penguatan angkutan logistik berbasis rel menjadi penting dalam mendukung efisiensi biaya logistik nasional. Kehadiran kereta api diharapkan dapat membantu menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” jelasnya.
Saat ini, KAI Divre I Sumut melayani sejumlah lintas strategis angkutan petikemas yang menghubungkan pelabuhan dan kawasan industri, di antaranya relasi Stasiun Belawan menuju Stasiun Perlanaan yang terkoneksi dengan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, relasi Belawan–Siantar, serta konektivitas menuju Kuala Tanjung.
Untuk mendukung operasional tersebut, KAI Divre I Sumut mengoperasikan rata-rata 54 gerbong petikemas setiap harinya guna mengangkut berbagai komoditas unggulan Sumatera Utara.
Menurut Anwar, distribusi barang menggunakan kereta api juga memberikan dampak positif terhadap pengurangan beban jalan raya karena mampu mengurangi mobilitas angkutan barang berat di jalur darat.
“Angkutan logistik berbasis rel tidak hanya mendukung efisiensi distribusi barang, tetapi juga membantu menjaga kondisi infrastruktur jalan raya melalui pengurangan beban kendaraan berat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan akan terus memperkuat layanan logistik dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pertumbuhan industri serta efisiensi rantai pasok di wilayah Sumatera Utara.
“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Melalui penguatan angkutan petikemas berbasis rel, kami berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional,” Ujar Anwar.
(***)


























