TIMELINES iNEWS Investigasi | ACEH BESAR — Antusiasme masyarakat Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 masih terlihat tinggi.
Hingga Minggu (25/5/2026), puluhan ekor sapi dan kambing telah didaftarkan warga kepada panitia qurban di sejumlah gampong.
Meski kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih, semangat warga untuk melaksanakan ibadah qurban tetap terjaga.
Sebagian masyarakat berqurban secara pribadi, sementara lainnya bergabung melalui sistem patungan tujuh orang untuk satu ekor sapi.
Pengelolaan hewan qurban tersebut dipercayakan kepada panitia qurban di masing-masing gampong.
Pantauan wartawan Media ini di sejumlah gampong di Kecamatan Ingin Jaya menunjukkan jumlah hewan qurban diperkirakan masih akan bertambah.
Pasalnya, pendaftaran qurban di beberapa gampong masih dibuka hingga sehari menjelang Hari Raya Idul Adha.
Berdasarkan data sementara panitia qurban, Gampong Meunasah Krueng menjadi salah satu gampong dengan jumlah hewan qurban terbanyak tahun ini, yakni 14 ekor sapi dan 9 ekor kambing.
Posisi berikutnya ditempati Gampong Tanjong dengan 12 ekor sapi dan 13 ekor kambing.
Sementara Gampong Bineh Blang mencatat 10 ekor sapi dan 6 ekor kambing.
Di Gampong Santan, warga menyiapkan 7 ekor sapi dan 5 ekor kambing.
Sedangkan Gampong Lubok Batee menerima 6 ekor sapi dan 5 ekor kambing.
Panitia qurban di Gampong Reuloh mencatat 6 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
Sementara di Gampong Meunasah Manyang PA terdata 5 ekor sapi dan 9 ekor kambing.
Selain itu, warga Gampong Pantee telah mendaftarkan 4 ekor sapi dan 3 ekor kambing.
Di Gampong Siron tercatat 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing, sedangkan Gampong Ajee PA sebanyak 3 ekor sapi.
Warga menyebutkan ibadah qurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat rasa kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Momentum Idul Adha juga menjadi pengingat tentang keikhlasan dan pengorbanan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Melalui qurban, masyarakat diajarkan untuk berbagi rezeki dengan sesama, khususnya kepada warga kurang mampu agar dapat ikut merasakan kebahagiaan Hari Raya Idul Adha.
Selain memiliki nilai ibadah, qurban juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Daging qurban yang dibagikan kepada warga membantu memenuhi kebutuhan pangan, sementara aktivitas jual beli hewan qurban turut meningkatkan perputaran ekonomi peternak lokal menjelang hari raya.
Panitia qurban di sejumlah gampong berharap semangat masyarakat dalam berqurban terus meningkat setiap tahunnya sebagai bentuk syukur, kepedulian, dan penguatan solidaritas antarwarga.*[Yahbit]



























