TLii|PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi desa melalui penyerahan armada truk kepada Koperasi Desa Merah Putih. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., bersama Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., Kapolres Pidie Jaya, Sekretaris Daerah Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., M.P.H., serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Hasbi, SE.
Sebanyak tujuh koperasi desa menerima armada Truk Mitsubishi Fuso, masing-masing dari Gampong Dayah Nyoeng, Baroh Nyoeng, Tu, Tuengkluet, Meunasah Jurong, Keurisi Meunasah Lueng, dan Keude Jangka Buya.
Program ini merupakan bagian dari penguatan pemberdayaan ekonomi desa yang terintegrasi dengan dukungan pemerintah daerah, TNI, serta PT Agrinas Pangan Nusantara. Fokus utamanya adalah memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, dan perdagangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi.
Acara yang berlangsung di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (28/7/2026), turut dihadiri unsur Forkopimda, para kepala SKPK, Danramil, keuchik, pengurus koperasi, Babinsa, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa bantuan armada tersebut bukan sekadar simbol, melainkan investasi produktif yang harus dimanfaatkan secara optimal.
“Kendaraan ini jangan hanya diparkir tanpa manfaat. Jadikan sebagai penggerak ekonomi desa, memperlancar distribusi, menekan biaya logistik, memperluas akses pasar, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi peran aktif Kodim 0102/Pidie yang terus bersinergi dalam pembangunan daerah, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga penanganan bencana.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat, profesional, transparan, dan berkelanjutan. Koperasi juga diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah gampong, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah bagi hasil produksi, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan Pidie Jaya yang maju, mandiri, dan sejahtera.




























