Cendikia Peutrang Nanggroe Gelar Diskusi “Ngopi”, Soroti Urgensi Bendera Alam Peudeung sebagai Identitas dan Marwah Aceh*

ZULKARNAINI

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:19 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii..BANDA ACEH, 7 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus globalisasi dan dinamika sosial yang terus berkembang, pemahaman terhadap identitas serta warisan sejarah daerah dinilai semakin penting untuk diperkuat. Berangkat dari semangat tersebut, Cendikia Peutrang Nanggroe menggelar diskusi bertajuk “Ngobrol Inspirasi” (Ngopi) dengan tema “Bendera Alam Peudeung sebagai Identitas Aceh” yang berlangsung di Warkop Mini Solong, Lampineung, Banda Aceh, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat gagasan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Cendikia Peutrang Nanggroe, M. Rafsanjani, S.Sos., M.E, dan budayawan Aceh Tarmizi A. Hamid (Cek Midi). Diskusi tersebut menjadi ruang pertukaran pemikiran yang membahas secara mendalam nilai historis, filosofis, serta relevansi Bendera Alam Peudeung dalam kehidupan masyarakat Aceh saat ini.

Dalam pemaparannya, M. Rafsanjani menegaskan bahwa Bendera Alam Peudeung tidak sekadar simbol visual, melainkan representasi perjalanan sejarah, jati diri, serta semangat perjuangan masyarakat Aceh yang telah diwariskan lintas generasi. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap simbol-simbol daerah menjadi fondasi penting dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap identitas dan nilai-nilai kebangsaan Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Cek Midi mengulas akar sejarah Bendera Alam Peudeung yang memiliki keterkaitan erat dengan peradaban dan kejayaan Kesultanan Aceh. Ia menekankan bahwa pelestarian identitas budaya tidak hanya dilakukan melalui seremonial, tetapi juga melalui proses edukasi dan pemahaman yang benar terhadap sejarah serta makna simbol-simbol yang menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Aceh.

Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Berbagai pandangan dan pertanyaan mengemuka, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu identitas, sejarah, dan kebudayaan Aceh. Forum ini sekaligus menjadi wadah dialog konstruktif untuk memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga warisan budaya sebagai aset peradaban yang bernilai strategis.

Melalui kegiatan “Ngopi” ini, Cendikia Peutrang Nanggroe berharap dapat mendorong lahirnya ruang-ruang diskusi serupa yang mampu membangkitkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah dan identitas Aceh. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, pemahaman terhadap simbol-simbol kebesaran daerah seperti Bendera Alam Peudeung diyakini menjadi salah satu ikhtiar penting dalam menjaga marwah, memperkuat persatuan, serta merawat keberlanjutan nilai-nilai budaya Aceh untuk masa depan.

Berita Terkait

LSM JARA Dukung Penuh Polri Sikat Habis Mafia Korupsi Pasokan Batu Bara PLN
Noersyam Akhmad, Cluster General Manager Portola Grand Arabia Hotel : Gerakkan Aksi Kemanusiaan “Setetes Darah, Sejuta Harapan”
Abu Salam Soroti Kejanggalan Penerbitan IUP Dua Perusahaan Tambang di Nagan Raya
DLHK Aceh dan Wasnaker Disorot, Mahasiswa Tuntut Kepastian Hukum bagi Perusahaan Pengolahan Getah Pinus
Sambut HANI 2026, Kepala BNNP Aceh Anjangsana ke Tokoh Pelopor Pendiri Badan Narkotika Provinsi di Aceh
The Verdict Night Jadi Puncak Apresiasi Kompetisi Peradilan Semu IMCC XI
Dosen UNISAI Samalanga Raih Doktor, Rekonstruksi Suluk sebagai Sistem Pendidikan Karakter Sufistik
Pra-PORA Tarung Derajat Aceh Ditutup, 168 Atlet Amankan Tiket PORA IV Aceh Jaya

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:19 WIB

Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:47 WIB

Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:40 WIB

Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:23 WIB

Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:44 WIB

Bapas Palangka Raya Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:20 WIB

Audiensi Hangat Bapas Palangka Raya dengan Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:38 WIB

Lebih Dekat & Efektif: Pos Bapas Kapuas Mudahkan Klien Wajib Lapor & Konsultasi

Berita Terbaru

NASIONAL

Vavada online casino w Polsce – wypłaty

Kamis, 16 Jul 2026 - 05:03 WIB