Waketum II KONI Aceh, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd menyerahkan penghargaan kepada atlet yang lolos PORA Aceh Jaya 2026. Foto : Humas KONI Aceh.
TIMELINES iNEWS INVESTIGASI | BANDA ACEH – Babak kualifikasi (Pra-PORA) cabang olahraga Tarung Derajat menuju PORA IV Aceh Jaya resmi ditutup di Gedung Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (21/6/2026).
Sebanyak 168 atlet putra dan putri dari berbagai kabupaten/kota di Aceh berhasil mengamankan tiket menuju ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan digelar di Kabupaten Aceh Jaya.
Kejuaraan yang diikuti 19 Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat kabupaten/kota itu berlangsung sengit dan kompetitif.
Hampir seluruh daerah peserta berhasil meloloskan atletnya ke PORA, sehingga persaingan pada ajang olahraga empat tahunan tingkat provinsi tersebut diprediksi akan semakin ketat.
Panitia pelaksana menjelaskan, atlet yang lolos merupakan peraih juara I, II, dan III bersama di masing-masing kelas, ditambah tiga atlet hasil kualifikasi serta satu kuota wildcard untuk tuan rumah Aceh Jaya. Dengan sistem tersebut, delapan atlet berhak tampil di PORA dari setiap nomor yang dipertandingkan.
Pada nomor seni gerak tunggal putra, Kabupaten Pidie tampil sebagai juara pertama, disusul Banda Aceh dan Aceh Besar. Sementara pada kategori tunggal putri, Aceh Besar berhasil meraih juara pertama, diikuti Banda Aceh dan Pidie.
Untuk nomor Gerak Tarung (Getar) putra, Kota Subulussalam keluar sebagai juara, sedangkan Banda Aceh dan Aceh Besar menempati posisi kedua dan ketiga. Pada kategori putri, Kabupaten Pidie menjadi yang terbaik.
Di nomor Gerak Bertahan Menyerang (Gharang), Aceh Singkil menunjukkan dominasinya dengan meraih juara pertama pada kategori putra dan putri. Sementara pada nomor Gerak Tarung Beregu Campuran, Aceh Singkil kembali menjadi yang terbaik, disusul Subulussalam dan Banda Aceh.
Secara keseluruhan, Kabupaten Pidie dinobatkan sebagai juara umum dengan perolehan enam medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Posisi kedua diraih Aceh Singkil dengan empat emas, satu perak, dan satu perunggu.
Sementara Kota Lhokseumawe menempati peringkat ketiga dengan raihan empat emas dan dua perunggu.
Penutupan Pra-PORA Tarung Derajat dilakukan oleh Wakil Ketua Umum II KONI Aceh, Drs. Bachtiar Hasan, M.Pd.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan sebagai langkah persiapan menghadapi PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bachtiar juga berharap cabang olahraga Tarung Derajat dapat masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sentralisasi guna meningkatkan kualitas dan daya saing atlet Aceh di tingkat nasional.
Selain itu, ia mengapresiasi kinerja Pengurus Provinsi (Pengprov) Tarung Derajat Aceh yang dinilai berhasil mencetak prestasi sekaligus membangun Gedung Kawah Tarung Derajat di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Ditemui TLii Disela-Sela penutupan, Guru yang dikenal dengan Pelatih Utama Tarung Derajat Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si, yang akrab disapa Kang Yanyan, mengingatkan seluruh pengurus cabang yang telah loloskan atletnya ke PORA agar segera mempersiapkan program latihan yang lebih matang.
“Pengcab yang atletnya telah lolos ke PORA harus mempersiapkan atlet secara maksimal agar mampu meraih prestasi dan medali.
Target utama kita bukan hanya sukses di PORA, tetapi juga sebagai langkah pembinaan menuju Pra-PON dan PON 2028 di NTB dan NTT,” ujar Kang Yanyan.
Menurutnya, PORA harus menjadi ajang pembuktian sekaligus wadah seleksi atlet terbaik Aceh yang nantinya diproyeksikan memperkuat kontingen provinsi pada level nasional.
Dengan pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, ia optimistis Tarung Derajat Aceh mampu kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.*[Yahbit]



























