TIMELINES iNEWS Investigasi | SIGLI-ACEH – Pemerintah Kabupaten Pidie resmi mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Mutiara Siaga, Kecamatan Mutiara Pidie melalui apel dan simulasi penanggulangan bencana digelar di Alun-alun Kota Sigli, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana dengan mengedepankan kearifan lokal dan pemberdayaan komunitas.
Pengukuhan dilakukan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, drh. H. Fazli, M.Si., mewakili Bupati Pidie.
Acara dihadiri unsur Forkopimda, Tim PIC Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Aceh, SAR, PMI, Satpol PP-WH, Para Dosen PTI Sigli, Tim Kesehatan, Forkopimcam Mutiara, para keuchik, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai instansi terkait Lainnya.

KSB Mutiara Siaga dibentuk dengan merekrut peserta dari 16 gampong dari 24 Gampong yang tergolong rawan bencana. Selama empat hari, sejak 2–5 Juli 2026, mereka mendapat pelatihan kesiapsiagaan, mitigasi, dan penanganan bencana sebagai bekal memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat desa. Dalam menghadapi Brncana kedepan
Subkoordinator PSKBA Dinas Sosial Aceh, Yanyan Rahmad,A.Ks.,M.Si. menjelaskan bahwa program edukasi dan mitigasi yang digagas Direktorat PSKB Kementerian Sosial RI dilaksanakan secara estafet di sejumlah daerah di Aceh, yakni Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan kini Kabupaten Pidie, dengan dukungan Dinas Sosial serta Tagana provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, Tim PIC Direktorat PSKB Kemensos RI juga menyerahkan bantuan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana senilai Rp154.985.000 berupa bahan pangan, perlengkapan sandang, permakanan, dan peralatan kebersihan untuk mengisi lumbung sosial KSB Mutiara Siaga. Sebagai Bantuan Buffer Stock
H. Fazli menegaskan Kabupaten Pidie memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat berbasis komunitas menjadi langkah strategis dalam membangun sistem mitigasi yang efektif.
“Kampung Siaga Bencana merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal guna meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem peringatan dini, serta membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Ia berharap program serupa dapat diperluas ke kecamatan rawan lainnya, seperti Mutiara Timur, Kembang Tanjong, Tangse, Mane, Geumpang, dan Pidie.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan 60 anggota Tagana, 30 personel Tagana Provinsi Aceh, Tagana Kabupaten Pidie, Mahasiswa, Perguruan Tinggi Islam (PTI) sigli serta Pilar-Pilar Sosial Pidie,

Tampak Hadir Ketua Forum Tagana Pidi Jaya, Hendrawan Nugroho Dengan 6 Personil ya ikut Berpartisipasi Mensukseskan Simulasi dan Uji SOP KSB Rekan Tetangganya.
Simulasi tersebut menguji standar operasional prosedur (SOP) pada tujuh gugus tugas, mulai dari Tim reaksi cepat, evakuasi, pengelolaan pengungsian, logistik, dapur umum, layanan dukungan psikososial hingga layanan kemanusiaan.
Dalam dimulasi turut diperlihatkan lumbung sosial dan sistim pengelolaan Bantuan, tehnik pemasangan dan lokasi titik kumpul, tenda pengungsian, kendaraan operasional, tenaga kesehatan, mobil pemadam kebakaran, serta kolaborasi 17 instansi dan elemen masyarakat sebagai wujud komitmen membangun Kabupaten Pidie yang tangguh menghadapi bencana.*[yahbit]



























