WARGA TANGSE PIDIE Kepung Gunung Neubok Badeuk, Usir Penambang Emas Ilegal dan Perambah Hutan

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 22:03 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES Investigasi | TANGSE — Puluhan warga dari Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, mendatangi kawasan Gunung Neubok Badeuk, Sabtu (27/12/2025), sebagai bentuk protes terhadap maraknya aktivitas tambang emas ilegal dan perambahan hutan yang dinilai telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat. Aksi ini dipicu oleh meningkatnya kejadian banjir dan tanah longsor yang belakangan kerap melanda wilayah Tangse.
Sekitar 60 orang perwakilan dari Desa Pulo Mesjid 1, Pulo Mesjid 2, dan Neubok Badeuk bergerak sejak pagi hari menuju kawasan hulu sungai Mileuk. Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Warga harus menempuh long march selama kurang lebih tujuh jam dengan berjalan kaki menembus hutan dan medan terjal. Hulu sungai tersebut selama ini menjadi sumber air utama bagi masyarakat Tangse.
Setibanya di lokasi, warga mengaku terkejut melihat kondisi hutan yang dinilai sudah rusak parah. Sejumlah pohon besar ditemukan tumbang hingga ke akar, sementara bantaran sungai tampak terkikis akibat aktivitas alat berat. Bekas galian tanah dan lumpur terlihat jelas di beberapa titik yang diduga kuat menjadi lokasi penambangan emas ilegal.

“Yang kami lihat bukan lagi aktivitas tambang biasa, tapi perusakan alam secara besar-besaran. Hutan ini adalah benteng terakhir kami dari bencana,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Tangse di lokasi. Menurutnya, kerusakan tersebut sangat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama saat musim hujan.

Warga menduga para pelaku tambang emas ilegal dan perambah hutan telah meninggalkan lokasi sebelum kedatangan massa. Meski demikian, sejumlah sisa basecamp, bekas kerukan alat berat, serta jalur akses buatan masih terlihat jelas. Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas penambangan dan penebangan liar telah berlangsung cukup lama dan berskala besar.
Kemarahan warga pun memuncak ketika melihat air sungai yang keruh dan tercemar lumpur. Sungai tersebut selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari air minum hingga irigasi pertanian. Warga menilai, jika kerusakan ini dibiarkan, dampaknya akan sangat fatal bagi kehidupan generasi mendatang.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tuntutan agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan menertibkan aktivitas tambang ilegal dan perambahan hutan di Gunung Neubok Badeuk. Mereka meminta dilakukan penutupan total terhadap seluruh aktivitas alat berat serta penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar kepentingan satu atau dua desa, tapi menyangkut keselamatan seluruh masyarakat Tangse. Kami meminta pemerintah serius dan tidak tutup mata,” kata perwakilan warga lainnya.
Warga juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara mandiri di jalur-jalur masuk kawasan hutan. Penjagaan ketat dilakukan untuk mencegah kembali beroperasinya alat berat di lokasi tersebut.

Mereka menegaskan aksi ini bukan yang terakhir jika tidak ada langkah konkret dari pihak berwenang. situasi di kawasan Tangse kondusif dan terkendali ,meski tensi di tengah masyarakat cukup tinggi. Warga berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait segera mengambil langkah cepat dan terukur guna menghentikan kerusakan lingkungan dan mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di masa mendatang.*[Yahbit]

Berita Terkait

Dinsos Aceh Dukung Pembentukan Kampung Siaga Bencana,Tahap1 di Lima Daerah Rawan Bencana
3.700 ASN Pidie Jaya Segera Terima Gaji Ke-13, Pemerintah Harap Tingkatkan Daya Beli Masyarakat
Zulhamuddin Arbi S.Hut (KSBTU KPH VIII Aceh) Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus di Gayo Lues 
KPA Pase Gelar Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih, Sejarah Kejayaan Samudera Pasai Kembali Digaungkan
Tari Belo Mesusun Sambut Kedatangan Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga Di Agara.
Polres Pidie Jaya Kedepankan Restorative Justice, Kasus Dugaan Pencurian Aset Pemkab Diselesaikan Secara Damai
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Pengulu Kampung Akang Siwah Blangpegayon Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Hutan Saat Musim Kemarau

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:23 WIB

Teluk Dalam hingga Perbaungan,PT KAI Divre I Sumut Genjot Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:38 WIB

Sinergi Lapas Padangsidimpuan Bersama Kodim 0212/TS dan Polres Padangsidimpuan Perkuat Bantuan Pengamanan

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:31 WIB

Komitmen Zero Halinar, Petugas P2U Lapas Padangsidimpuan Intensifkan Penggeledahan Badan dan Barang Pegawai

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:23 WIB

Petugas P2U Lapas Padangsidimpuan Perketat Pengawasan, Geledah Badan dan Barang Petugas Dititipkan di Loker

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:18 WIB

Lapas Tebing Tinggi Ingatkan WBP: Manfaatkan Wartel Resmi, Hindari HP & Narkoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:52 WIB

Kalapas Padangsidimpuan Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Temuan Ganja Hasil Razia Gabungan Bersama APH dan Telah Disampaikan Secara Terbuka

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kalapas Padangsidimpuan Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Temuan Ganja Hasil Razia Gabungan Bersama APH dan Telah Disampaikan Secara Terbuka

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

Kapolda Sumut Buka Pekan Olahraga dan Rohani Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru