TLii|Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malsyi MA, S. Sos, ME meneguhkan komitmen menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI melalui Apel Kebangsaan Indonesia Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026 yang dihadiri Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Ibrahim, Ketua DPRK Pidie Jaya, Kapolres Pidie Jaya beserta jajaran, Dandim 0102-Pidie beserta jajaran, Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, Ketua Pengadilan Negeri Meureudu; Ketua Mahkamah Syar’iyah Meureudu; Ketua MPU Pidie Jaya. wakil ketua dan Seluruh anggota DPRK, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya;, Instansi Vertikal, Seluruh Jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Pju utama polres, Dandim, para muspika, Para Tenaga kesehatan, seluruh unsur kebencanaan, para keuchik seluruh kabupaten pidie Jaya, Rekan wartawan serta undangan lainnya di halaman Gedung MTQ Aceh, Pidie Jaya.
Dalam amanatnya Bupati Sibral Malasyi mengatakan, apel kebangsaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan bahwa perdamaian dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kondisi daerah yang aman dan kondusif, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi pemerintahan, pembangunan, pendidikan, ekonomi serta percepatan pemulihan Pidie Jaya pascabencana. “Mari sama-sama kita merawat dan menjaga perdamaian. Kita sudah 21 tahun diberikan sebuah kenikmatan oleh Allah. Jangan terpancing dengan provokasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Sibral.
Ia berharap seluruh masyarakat terus menjaga persatuan, tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah belah, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan.
Sebelumnya Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Ibrahim mengapresiasi kebersamaan TNI, pemerintah, ulama dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas Aceh. Ia menegaskan keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, tetapi seluruh elemen masyarakat. “Kalau kondisi kita kondusif, semua kegiatan, baik ekonomi, pendidikan maupun lainnya akan berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar stabilitas daerah dijaga karena Pidie Jaya masih fokus mempercepat pemulihan pascabencana. Melalui apel kebangsaan ini, ia berharap semangat persatuan dan perdamaian tidak berhenti di lapangan apel, tetapi menjadi komitmen bersama dalam kehidupan masyarakat. Perdamaian 21 tahun harus dijaga, kondusivitas harus dipertahankan, dan seluruh energi daerah diarahkan untuk mempercepat Pidie Jaya pulih dan bangkit.


































