Foto: Ns. Rina Karmila, S.Kep.,M.Kep.kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar
TLii || ACEH BESAR – Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, mempercayakan tokoh muda di bidang kesehatan, Ns. Rina Karmila, S.Kep., M.Kep., untuk memimpin Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Besar.
Rina resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar bersama sejumlah pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama lainnya. Amanah tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Rina sekaligus menempatkannya pada posisi strategis untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan kesehatan masyarakat di Aceh Besar.
Sebelum menduduki kursi Kadinkes, Rina dikenal sebagai pejabat teknis yang cukup lama berkecimpung dalam bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
Saat menjabat Kepala Bidang P2P, ia terlibat dalam berbagai program penting, mulai dari pengendalian penyakit menular, penanganan tuberkulosis (TBC), pelaksanaan imunisasi, hingga mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Kini, ruang lingkup tanggung jawabnya jauh lebih besar. Sebagai nahkoda Dinkes Aceh Besar, Rina dituntut mampu memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif, meningkatkan mutu layanan, memperluas akses kesehatan dasar, serta memperkuat upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.
Dengan latar belakang pendidikan keperawatan, Rina merupakan alumni Universitas Syiah Kuala (USK) dan tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP tahun 2015.
Sebelum berkarier sebagai birokrat, Rina juga pernah berkecimpung di dunia akademik sebagai dosen Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh (AKIMBA). Ia turut aktif dalam organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Aceh Besar.
Perpaduan pengalaman teknis, akademik, dan organisasi profesi tersebut menjadi modal penting bagi Rina dalam menjalankan tugas barunya.
Kini, tantangan berada di depan mata. Publik menanti gebrakan Rina Karmila dalam memperkuat pelayanan kesehatan, mengendalikan penyebaran penyakit, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan berbagai program kesehatan pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat hingga ke pelosok Aceh Besar.*[yahbit]


































