TLii|Aceh|ACEH UTARA – Permainan rakyat kembali menjadi perhatian dalam rangkaian peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai di Aceh Utara. Salah satunya lomba egrang tradisional atau ek geunteut yang diikuti kalangan pelajar.
Perlombaan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Aceh Utara tersebut berlangsung meriah. Para peserta dituntut mampu berjalan menggunakan egrang dengan menjaga keseimbangan sekaligus memacu kecepatan hingga garis akhir. ( Rabu /09/2026)
Salah satu peserta, Fajar Ramadhan, siswa SMA Negeri 1 Dewantara, berhasil menunjukkan penampilan apik dan mengamankan juara III dalam perlombaan tersebut.
Sejak perlombaan dimulai, para peserta harus melewati lintasan yang telah disiapkan dengan bertumpu pada dua batang egrang. Kesalahan menjaga pijakan maupun keseimbangan dapat membuat peserta kehilangan tempo bahkan terjatuh.
Bagi generasi muda, ek geunteut bukan sekadar permainan untuk mencari pemenang. Di dalamnya terdapat latihan keberanian, konsentrasi, ketangkasan, keseimbangan serta sportivitas.
Kehadiran permainan tradisional dalam perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai juga memberi warna tersendiri. Di tengah perkembangan permainan modern dan teknologi, permainan rakyat kembali dihadirkan ke ruang publik agar tidak hilang dari ingatan generasi muda.
Ek geunteut merupakan bagian dari kekayaan permainan tradisional masyarakat yang dahulu akrab dimainkan dalam kehidupan sehari-hari. Kini, permainan tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan sehingga dapat kembali dikenal dan dimainkan oleh anak-anak serta pelajar.
Rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai pun tidak hanya menjadi momentum mengenang kejayaan masa lalu, tetapi turut membuka ruang bagi generasi sekarang untuk mengenal kembali budaya dan permainan warisan daerah.
Permainan lama, semangat tetap muda. Ek geunteut membuktikan bahwa warisan tradisi masih mampu menjadi tontonan sekaligus ajang prestasi bagi generasi Aceh Utara.


































