TLii | SUMUT PT BNCT BELAWAN NEW CONTAINER TERMINAL
10/09/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Belawan Quick Response Team (QRT) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I bersama tim pengamanan Belawan New Container Terminal (BNCT) berhasil mengungkap kasus pencurian delapan unit kabel reefer milik kapal kargo MV. Wan Hai 101 yang bersandar di Dermaga B BNCT Belawan, Selasa (8/9/2026).
Peristiwa pencurian tersebut diketahui sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan petugas jaga kapal atau waker dengan mendekati lambung kapal dari arah laut menggunakan perahu motor. Cara tersebut diduga dilakukan untuk menghindari patroli dari sisi darat.
Dari hasil pengembangan penyelidikan, petugas mengidentifikasi tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut, masing-masing berinisial B (36), I (29), dan M (36), yang diketahui berasal dari kawasan Kampung Nelayan Seberang.
Ketiga terduga pelaku saat ini masih dalam pencarian untuk dilakukan penindakan lebih lanjut sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
Petugas juga mengamankan barang bukti dari seorang penadah berinisial W. Barang bukti tersebut berupa kabel berbahan tembaga yang telah dipotong dan dibakar.
Sementara itu, pihak agen PT BBN telah melakukan penggantian seluruh material kabel yang hilang. Dengan demikian, kondisi kapal dan kegiatan operasional di BNCT tetap berjalan aman dan terkendali.
Komandan Kodaeral I menegaskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas pelayaran serta fasilitas pelabuhan di wilayah kerja Kodaeral I, khususnya kawasan perairan Belawan.
Sebagai langkah preventif, Kodaeral I akan memperkuat patroli sisi laut (sea patrol) di alur pelayaran Belawan, terutama pada jam-jam rawan yang berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana.
Kodaeral I juga akan meningkatkan koordinasi dengan KSOP Utama Belawan dan pihak terkait guna mengevaluasi penerapan serta kepatuhan terhadap International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.
Penguatan pengamanan dan koordinasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana di kawasan pelabuhan dan perairan Belawan, sekaligus memberikan rasa aman bagi pelaku usaha, pengguna jasa, serta awak kapal yang beraktivitas di wilayah tersebut.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan pelayaran dan kelancaran aktivitas pelabuhan di kawasan strategis Selat Malaka, Tandasnya.
(***)


































