TLii|PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan kebutuhan pangan masyarakat yang masih terdampak bencana hidrometeorologi tetap menjadi perhatian selama masa transisi pemulihan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pengajuan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada Badan Pangan Nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan 6.804 jiwa atau 1.326 kepala keluarga yang masih berada dalam kondisi rentan, termasuk masyarakat yang menempati hunian sementara (huntara).
Pengajuan tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional dan Perum BULOG, dengan total bantuan sebanyak 34.020 kilogram atau 34,02 ton beras. Bantuan dialokasikan sebesar 5 kilogram per jiwa untuk kebutuhan selama 14 hari.
Penyaluran bantuan berlangsung secara simbolis dan bertahap di Halaman Depan Huntara Danantara, samping Gedung MTQ Pidie Jaya, Rabu (23/9/2026).
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, didampingi Plt. Kalak BPBD, Plt. Dinas Pertanian, Kabag Kesra, Kabag Ekonomi, Kabag Prokopim Setdakab Pidie Jaya, para camat serta para keuchik terkait, memastikan proses pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak terus berjalan.
Dalam keterangannya, Bupati Sibral mengatakan bantuan pangan tersebut penting karena sebagian masyarakat belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana.
Dampak tersebut terutama dirasakan akibat terganggunya sumber mata pencaharian masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan dan tambak, perdagangan, UMKM hingga pekerjaan informal.
Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Pidie Jaya, kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus tetap berjalan bersamaan dengan percepatan pemulihan kehidupan dan penghidupan masyarakat,” ujar Bupati Sibral.
Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan pangan menjadi semakin penting di tengah masyarakat yang sedang menjalani rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Penyaluran Dilakukan Bertahap dan Akuntabel
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mekanisme administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu penyaluran yang telah terdokumentasi berlangsung di Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, dengan jumlah penerima sebanyak 119 jiwa dan kuantum bantuan 595 kilogram beras.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Kalak BPBD Pidie Jaya Okta Handipa, ST, M.Arch, kepada Keuchik Gampong Mesjid Tuha Dedy Kuesnedy, SH.
Penyerahan turut diketahui dan disaksikan unsur pemerintahan gampong serta Muspika. Proses tersebut dituangkan dalam dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penanganan pascabencana dan bukan merupakan langkah yang berdiri sendiri.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan terus dilakukan bersamaan dengan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), termasuk pemulihan hunian, persawahan, tambak, mata pencaharian serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Bupati Sibral mengatakan pemerintah daerah terus berupaya agar masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan untuk bertahan selama masa transisi, tetapi juga dapat segera kembali memperoleh penghasilan dan menjalani kehidupan secara mandiri.
Atas dukungan pemerintah pusat, Bupati Sibral menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, Perum BULOG, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyaluran bantuan.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai warga terdampak dan masih membutuhkan dukungan pangan, dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparan dan akuntabel.
Di tengah rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan Pidie Jaya pascabencana.
Reporter: Zulkarnaini


































