TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
22/09/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI,Batu Bara Lebih dari satu abad menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian di Sumatera Utara, Stasiun Sei Bejangkar di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, hingga kini tetap melayani kebutuhan mobilitas masyarakat. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, stasiun tersebut telah melayani sebanyak 42.289 pelanggan, atau tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 38.284 pelanggan.

Stasiun Sei Bejangkar memiliki perjalanan sejarah panjang. Pada 6 Agustus 1915, peluit kereta api pertama kali menggema di wilayah tersebut seiring dibukanya jalur Rantau Laban–Tanjungbalai yang dibangun oleh perusahaan kereta api pada masa kolonial, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

Sejak saat itu, Stasiun Sei Bejangkar menjadi salah satu bagian dari sejarah perkembangan transportasi di kawasan pesisir timur Sumatera Utara sekaligus saksi perjalanan masyarakat di wilayah Batu Bara.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan keberadaan Stasiun Sei Bejangkar memiliki arti penting, tidak hanya dari sisi sejarah perkeretaapian, tetapi juga dalam mendukung mobilitas masyarakat hingga saat ini.
“Stasiun Sei Bejangkar memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Lebih dari satu abad setelah mulai beroperasi, stasiun ini tetap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan kereta api,” ujar Anwar.
Menurutnya, kawasan Desa Sei Bejangkar dan sekitarnya masih memiliki aktivitas masyarakat yang erat dengan sektor pertanian dan perkebunan. Dalam konteks tersebut, kereta api menjadi salah satu sarana transportasi yang menghubungkan masyarakat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi di Sumatera Utara.
Pada masa awal pengoperasiannya, jalur kereta api di kawasan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengangkutan hasil perkebunan. Seiring perkembangan wilayah dan kebutuhan masyarakat, fungsi perkeretaapian kemudian semakin berkembang sebagai moda transportasi massal bagi masyarakat umum.
Saat ini, Stasiun Sei Bejangkar melayani perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai (PP). Layanan tersebut menjadi salah satu pilihan masyarakat Kecamatan Sei Balai dan wilayah sekitarnya untuk bepergian menuju Medan, Tanjungbalai, maupun daerah lain yang berada di sepanjang lintasan perjalanan kereta api.
Tingginya pemanfaatan layanan tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah pelanggan dalam tiga tahun terakhir. Pada Januari hingga Agustus 2024, Stasiun Sei Bejangkar melayani 35.466 pelanggan naik dan turun. Jumlah tersebut meningkat menjadi 38.284 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025, atau tumbuh sekitar 8 persen.
Pertumbuhan kembali terjadi pada Januari hingga Agustus 2026. Pada periode tersebut, jumlah pelanggan mencapai 42.289 orang atau meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Perjalanan Stasiun Sei Bejangkar merupakan bagian dari sejarah perkeretaapian Sumatera Utara sekaligus perjalanan masyarakat di wilayah Batu Bara. KAI terus menjaga pelayanan perjalanan kereta api agar stasiun ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu pilihan transportasi,” tutur Anwar.
Keberadaan Stasiun Sei Bejangkar selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa infrastruktur perkeretaapian bersejarah dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, stasiun tersebut tetap menjalankan perannya sebagai bagian dari konektivitas masyarakat Batu Bara dan wilayah sekitarnya, Pungkasnya.
(***)

































