Milad 800 Tahun Aceh Utara, Malam Peringatan Jadi Panggung Sejarah dan Semangat Bangkit

RAMAZANI

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 20:37 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|Aceh utara — Delapan abad bukan sekadar angka dalam perjalanan Aceh Utara. Senin malam, 7 September 2026, halaman Kantor Bupati Aceh Utara berubah menjadi panggung refleksi sejarah, kebudayaan dan tekad untuk menatap masa depan. ( Selasa/ 08/2026)

 

Peringatan Milad ke-800 Aceh Utara tersebut dihadiri unsur pemerintahan, Forkopimda, tokoh masyarakat, perwakilan kementerian, serta berbagai elemen masyarakat. Nuansa peringatan terasa kuat sejak rangkaian acara dimulai dengan laporan panitia, sambutan Bupati Aceh Utara, perwakilan Menteri Dalam Negeri dan Ketua DPRA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Jejak budaya Aceh turut mengambil tempat. Alunan serune kale berpadu dengan dentuman rapai Pasai, menghadirkan suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga mengingatkan publik pada akar peradaban yang pernah tumbuh kuat di kawasan tersebut.

 

Panggung utama kemudian menjadi perhatian ketika jajaran SKPK Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengikuti kirab. Mengenakan busana adat Aceh, para peserta melintas di hadapan undangan dan masyarakat yang menyaksikan kegiatan.

 

Kirab tersebut menjadi simbol bahwa pemerintahan hari ini berdiri di atas perjalanan panjang daerah yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan kebudayaan.

 

Bupati Aceh Utara dalam sambutannya menekankan bahwa usia 800 tahun harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk menyusun langkah ke depan. Sejarah, menurutnya, tidak cukup dikenang melalui seremoni, tetapi harus mampu melahirkan semangat baru dalam kehidupan masyarakat.

 

Pesan itu terasa semakin kuat karena Aceh Utara sebelumnya menghadapi dampak banjir di sejumlah wilayah.

 

“Bencana boleh merobohkan bangunan, tetapi jangan sampai merobohkan semangat kita. Banjir boleh meninggalkan lumpur di dalam rumah kita, tetapi jangan biarkan ia meninggalkan keputusasaan di dalam hati kita,” ujar Bupati.

 

Ia mengajak seluruh unsur masyarakat menjadikan masa sulit sebagai kesempatan memperkuat kepedulian, gotong royong dan percepatan pemulihan.

 

Menurutnya, perjalanan Samudera Pasai memberikan pelajaran bahwa sebuah peradaban besar tidak lahir tanpa perjuangan. Kawasan Aceh Utara pada masa lalu menjadi salah satu pusat penting perdagangan dan perkembangan Islam di Asia Tenggara.

 

Karena itu, generasi sekarang dinilai tidak boleh berhenti pada kebanggaan terhadap masa lalu. Warisan tersebut harus diterjemahkan melalui pendidikan, kerja keras, persatuan dan kemampuan menghadapi perubahan.

 

“Masyarakat Aceh Utara hari ini tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton sejarah. Kita harus menjadi pengwaris semangat para pendahulu,” katanya.

 

Bupati juga menilai peninggalan terbesar Samudera Pasai bukan hanya situs atau benda bersejarah. Nilai ilmu, perdagangan, keterbukaan, perjuangan dan kemampuan membaca perubahan zaman merupakan warisan yang relevan bagi generasi sekarang.

 

“Sejarah Samudera Pasai mengajarkan kepada kita bahwa kejayaan tidak lahir dari keadaan yang selalu mudah, tetapi dari kemampuan manusia untuk melihat peluang di tengah tantangan,” ujarnya.

 

Ia mengajak pemerintah, ulama, tokoh adat, pemuda dan masyarakat mengambil bagian dalam menentukan arah pembangunan Aceh Utara.

 

“Mari kita bangkit dengan ilmu, kerja keras, persatuan, serta memperkuat syariat untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

 

Peringatan Milad ke-800 akhirnya tidak berhenti pada panggung hiburan maupun kemegahan seremoni. Di balik musik tradisional, busana adat dan kirab, terselip pesan bahwa delapan abad perjalanan harus menjadi modal untuk melangkah lebih jauh.

 

Samudera Pasai telah meninggalkan jejak. Tugas generasi hari ini adalah memastikan jejak tersebut tidak berhenti sebagai cerita, melainkan menjadi energi untuk membangun Aceh Utara yang lebih kuat, berdaya saing dan tetap berpijak pada identitas daerah.

Berita Terkait

Dalam Dukacita, Keluarga Besar Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Hadir Dan Menguatkan
TNI AL Kodaeral I Perkuat Patroli Laut Usai Ungkap Pencurian di BNCT Pelabuhan Belawan
Panitia Mubes IPAU XI Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum
Kursi Inspektur Aceh Bergeser, Mualem Bebastugaskan Abdullah dan Tunjuk Kausar Hanum sebagai Plh
Rutan Kelas IIB Tanjung dan PLN ULP Tanjung Tabalong Lakukan Pengecekan Jaringan Listrik
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Dua Pelaku Pencurian Mesin Kapal
Pelindo Regional 1 Belawan Buka Ruang Diskusi Bisnis dengan Pelaku Usaha IMT-GT 2026
Kapolresta Deli Serdang terus pantau situasi Bandara Kualanamu Pasca Pembatalan Penerbangan, Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:19 WIB

Dalam Dukacita, Keluarga Besar Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Hadir Dan Menguatkan

Kamis, 10 September 2026 - 01:38 WIB

TNI AL Kodaeral I Perkuat Patroli Laut Usai Ungkap Pencurian di BNCT Pelabuhan Belawan

Rabu, 9 September 2026 - 22:53 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Buka Ruang Diskusi Bisnis dengan Pelaku Usaha IMT-GT 2026

Rabu, 9 September 2026 - 22:36 WIB

Kapolresta Deli Serdang terus pantau situasi Bandara Kualanamu Pasca Pembatalan Penerbangan, Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Rabu, 9 September 2026 - 22:28 WIB

Komitmen Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Pengedar Dan Amankan Barang Bukti Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 22:21 WIB

EGM Yusrizal Pimpin Apel September, Tekankan Kinerja dan Kesiapsiagaan Insan Pelindo Belawan

Rabu, 9 September 2026 - 18:05 WIB

Jalin Silaturahmi, Rutan Kls I Labuhan Deli Perkuat Sinergi Dengan kapolres Pelabuhan Belawan

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Rutan Kls l Labuhan Deli Perkuat Sinergi dan Kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Belawan

Berita Terbaru

ACEH

Panitia Mubes IPAU XI Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum

Kamis, 10 Sep 2026 - 00:28 WIB