TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
04/10/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Sumutra Utara 04 Oktober 2026 Stasiun Bandar Tinggi di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas transportasi penumpang dan logistik. Beroperasi sejak 1915, stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara ini berkembang menjadi titik awal percabangan jalur kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung sejak 2018.

Transformasi tersebut sejalan dengan pengembangan jalur logistik berbasis kereta api yang menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan sebagai salah satu simpul perdagangan dan distribusi barang.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa Stasiun Bandar Tinggi memiliki posisi penting karena berada di lintas utama Medan–Tebing Tinggi–Kisaran sekaligus menjadi titik percabangan menuju Kuala Tanjung.

“Stasiun Bandar Tinggi memiliki peran tersendiri karena berada di lintas utama Medan–Tebing Tinggi–Kisaran sekaligus menjadi titik percabangan menuju Kuala Tanjung. Keberadaan jalur sepanjang 21,5 kilometer spoor (kmsp) tersebut memperluas fungsi stasiun, dari yang semula melayani perjalanan masyarakat kini juga memperkuat rantai logistik angkutan barang,” ujar Anwar.
Jalur percabangan tersebut terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei hingga Pelabuhan Kuala Tanjung. Konektivitas ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi produk industri serta menyediakan alternatif angkutan barang yang andal dari pusat produksi menuju kawasan pelabuhan.
Integrasi jaringan kereta api dengan kawasan industri dan pelabuhan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok, mendukung kelancaran arus barang, serta meningkatkan daya saing logistik di Sumatera Utara.
Selain mendukung angkutan barang, Stasiun Bandar Tinggi tetap melayani perjalanan penumpang melalui KA Putri Deli dan KA Datuk Blambangan. Layanan ini memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat di wilayah Simalungun, Batu Bara, dan sekitarnya untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Kinerja pelayanan penumpang di stasiun tersebut juga menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Bandar Tinggi melayani sebanyak 31.003 pelanggan, terdiri atas 15.531 penumpang naik dan 15.472 penumpang turun.
Jumlah tersebut meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatatkan 26.628 pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa layanan kereta api di Stasiun Bandar Tinggi masih menjadi pilihan masyarakat sekaligus berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya.
Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api, baik untuk layanan penumpang maupun angkutan barang. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan layanan transportasi berbasis rel dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Dengan posisinya sebagai titik percabangan menuju Kuala Tanjung, Stasiun Bandar Tinggi kini memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar tempat naik dan turun penumpang. Simpul tersebut menjadi bagian dari jaringan yang mempertemukan transportasi kereta api, kawasan industri, dan pelabuhan dalam satu rantai konektivitas logistik,” pungkas Anwar.
Keberadaan Stasiun Bandar Tinggi menjadi gambaran pentingnya pengembangan transportasi berbasis rel dalam membangun konektivitas antarkawasan. Melalui integrasi layanan penumpang dan logistik, KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya memperkuat peran kereta api sebagai penggerak mobilitas masyarakat dan pendukung pertumbuhan ekonomi regional, Ungkapnya.
(***)

































