TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
21/10/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Tanjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung terus mengembangkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan berkebun di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kali ini, kegiatan dilakukan dengan merawat tanaman sayuran berupa sawi, tomat, dan terong, sekaligus memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan bawang putih sebagai bahan alami yang berpotensi membantu pengendalian hama tanaman, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan bersama petugas melakukan penyiraman dan pemantauan kondisi tanaman yang dibudidayakan di area SAE. Penyiraman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Selain itu, pemantauan secara langsung juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman serta mengidentifikasi potensi gangguan hama yang dapat memengaruhi kualitas dan hasil panen.

Inovasi pemanfaatan kulit bawang merah dan bawang putih sebagai bahan alami untuk membantu pengendalian hama ini diinisiasi oleh peserta magang di Rutan Tanjung. Gagasan tersebut menjadi langkah kreatif dalam memanfaatkan limbah organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sekaligus memperkenalkan praktik berkebun yang lebih ramah lingkungan.
Pemanfaatan limbah kulit bawang ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya secara bijak. Meski demikian, efektivitas penggunaannya tetap perlu diamati agar penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman dan kebutuhan di lapangan.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Al Muqtadir Pasya, menyampaikan bahwa kegiatan berkebun di SAE tidak hanya berfokus pada perawatan tanaman, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan di bidang pertanian.
“Kami mendukung inovasi yang memberikan nilai tambah dalam kegiatan pembinaan kemandirian, termasuk pemanfaatan limbah kulit bawang sebagai bahan alami untuk membantu pengendalian hama.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam merawat tanaman, memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, serta menerapkan cara berkebun yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar aktivitas perawatan tanaman, kegiatan ini turut menanamkan nilai kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Warga binaan dilibatkan dalam proses pemeliharaan tanaman yang membutuhkan perhatian secara rutin, mulai dari penyiraman hingga pemantauan pertumbuhan.
Melalui proses tersebut, diharapkan terbentuk kebiasaan positif serta pemahaman bahwa hasil yang optimal membutuhkan usaha, konsistensi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE sebagai sarana pembinaan produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Dengan memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah organik, warga binaan didorong untuk berpikir kreatif dan mengenal metode pertanian sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Tanjung berharap SAE dapat terus berkembang menjadi ruang pembelajaran yang produktif dan inovatif. Ke depan, kegiatan berkebun diharapkan mampu meningkatkan keterampilan warga binaan di bidang pertanian, mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan, serta memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi mereka untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat, Ungkapnya.
(***)


































