TLii | Sumut | Toba – Penyaluran bantuan bibit bawang merah jenis batu ijo yang berlangsung pada Selasa (03/11/2026) di Kabupaten Toba justru memicu pertanyaan terkait koordinasi dan transparansi pelaksanaannya.
Berdasarkan pantauan media, terdapat kelompok tani di Kecamatan Silaen yang menjadi penerima bantuan. Namun sejumlah Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang seharusnya menjadi ujung tombak pendampingan di lapangan justru mengaku tidak memiliki data lengkap.
“Yang kami ketahui hanya jumlah kelompok penerima. Mengenai berapa kilogram bibit yang diterima tiap kelompok, kami belum mendapatkan informasi resmi,” ujar seorang PPL yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kekhawatiran serupa datang dari PPL Kecamatan Laguboti. Petugas lapangan ini mengaku bahkan bukan pihak yang memanggil atau mengundang kelompok tani untuk mengambil bantuan tersebut.
“Yang mengundang kelompok bukan kami sebagai PPL. Kami baru mendapat kabar bahwa pembagian bibit bawang dilaksanakan pada hari ini,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, membantah adanya kekacauan dalam penyaluran bantuan. Usai menyerahkan bibit bawang merah Batu Ijo kepada 14 kelompok tani di halaman kantor dinasnya, beliau menegaskan penyaluran telah berjalan sesuai prosedur.
“Sebelum bantuan bibit bawang merah dibagikan kepada kelompok tani penerima, semua penyuluh pertanian kecamatan sudah terlebih dulu di beritahukan ” ujar Lena.
Terpisah, Harris Lumbantoruan selaku Ketua LSM PAKAR Toba berikan tanggapan serius terkait penyaluran bantuan bibit bawang merah. Menurut Harris, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Toba harusnya koordinasi terpadu dengan pihak PPL.
“Mengapa PPL yang paling mengenali kondisi petani di lapangan, justru tidak dilibatkan dalam proses penyaluran ? Berapa total bibit yang didistribusikan dan berapa anggaran yang digunakan untuk program ini, kepada Koptan mana diberikan, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Toba harusnya terbuka,” Ucap Harris dengan tegas.
(Tim)

































