Aksi kemanusiaan Civitas Akademika FUAD IAIN Langsa bersihan rumah ibadah di Aceh Tamiang, (Foto : Istimewa).
TIMELINES INEWS INVESTIGASI | ACEH TAMIANG
Karang Baru – Peduli bencana, Civitas akademika Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan staf kepegawaian melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pasca banjir bandang yang terjadi di akhir November lalu.
Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada aksi bersih-bersih lumpur yang masih mengendap di dalam masjid dan lingkungan sekitar masjid akibat banjir bandang, pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Masjid Babul Khairat, Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial sivitas akademika FUAD IAIN Langsa terhadap fasilitas ibadah dan masyarakat yang terdampak bencana.
Sejak pagi hari, civitas akademika FUAD bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lantai masjid, tempat wudu, halaman, serta area sekitar masjid dari sisa-sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir. Kegiatan ini bertujuan agar Masjid Babul Khairat dapat kembali difungsikan secara nyaman dan layak sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat.
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Langsa Dr. T. Wildan, MA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus bentuk empati nyata terhadap masyarakat yang tengah berupaya bangkit pasca bencana. Kehadiran civitas akademika diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.
Masyarakat Desa Menanggini menyambut kegiatan ini dengan antusias dan rasa syukur. Mereka mengapresiasi kepedulian FUAD IAIN Langsa yang hadir secara langsung membantu membersihkan rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial masyarakat.
”Melalui kegiatan pengabdian ini, FUAD IAIN Langsa menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan dan sosial-keagamaan, khususnya dalam situasi pasca bencana, serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat,” tegas T. Wildan.

































