GAMPATA Serahkan Kajian dan Analisa Dugaan Korupsi Dana BTT Bencana Hidrometeorologi 2025 dan TKD Rp1,6 Triliun ke Direktur Intelkam Polda Aceh

REDAKSI 1

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:02 WIB

50158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | BANDA ACEH — Gerakan Anak Muda Pembela Tanoh Aceh (GAMPATA) menyerahkan kajian dan Analisa terkait pengelolaan anggaran penanganan bencana hidrometeorologi Tahun 2025 kepada Direktorat Intelijen Keamanan (Dit Intelkam) Polda Aceh diterima langsung oleh Direktur, Kamis, 19 Februari 2026.

GAMPATA menyebut kajian dan Analisa itu disusun dari penelusuran informasi terbuka melalui pemberitaan media massa dan sumber daring. Gerakan yang koordinir Sabaruddin ini menilai masih ada persoalan minimnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana, serta belum terbukanya rencana penggunaan anggaran TKD Rp1,6 triliun di Provinsi Aceh.

Menurut GAMPATA, publik berhak mengetahui garis besar alokasi, mekanisme penyaluran, hingga pertanggungjawaban anggaran yang digunakan dalam situasi darurat. Namun, mereka menganggap sejumlah informasi penting belum terlihat terang bagi masyarakat, sehingga memunculkan tanda tanya di ruang publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penyerahan dokumen kajian dan analisa tersebut, GAMPATA mendorong aparat kepolisian melakukan penegakan hukum, pengawasan dan pendalaman sesuai kewenangannya. Mereka juga meminta pemerintah Aceh membuka informasi yang diperlukan agar proses hukum dapat berjalan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

“Yang kami dorong sederhana : keterbukaan dan Proses Hukum. Jika memang sudah sesuai, buktikan dengan data yang jelas,” kata Sabaruddin dalam keterangan yang disampaikan GAMPATA.

GAMPATA menegaskan penyerahan kajian dan analisa ini dimaksudkan sebagai partisipasi masyarakat untuk memastikan tata kelola anggaran berjalan baik, sekaligus mencegah potensi penyimpangan sejak awal.

Sabaruddin menjelaskan pihaknya berkomitmen mengawal persoalan ini hingga mejau hijau, korupsi di tengah keadaan darurat merupakan kejahatan yang sangat biadab dan perlu di hukum dengan tegas agar dapat menjadi pelajaran penting bagi semua, pungkas sabaruddin Koordinator GAMPATA

Berita Terkait

TMMD 128 Kodim 0104/Atim : Menghidupkan Kembali Asa di Pelosok Negeri
Car Free Day Pemerintah Kota Langsa Sekaligus Peringatan May Day 2026
Damkar BPBD Aceh Besar Evakuasi Ular Piton Dari Bawah Lantai Beton
LANA Soroti Kinerja Penanganan Banjir, Desak Evaluasi Kepemimpinan Bupati Aceh Barat
LANA Kritik Bupati Aceh Barat, Nilai Penanganan Banjir Minim Inisiatif
PKS Aceh Gelar FGD, Dorong Kemandirian Pangan, Ekonomi, dan Energi
PTPN IV Regional VI Dukung CFD Langsa dan Semarakkan May Day 2026
Peringati Hardiknas, Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 26 Ikuti Upacara Khidmat

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:40 WIB

Brimob Polda Sumut Perkuat Patroli Skala Besar di Belawan, Situasi Kamtibmas Kondusif

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Kapolda Sumut Apresiasi Buruh dan Aparat, May Day 2026 Berlangsung Aman dan Damai

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Polres Pematangsiantar Patroli Hingga Subuh, Empat Sepedamotor Knalpot Brong Diamankan

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:01 WIB

Okupansi 129 Persen, KA Siantar Ekspres Paling Diminati Selama Libur May Day 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:23 WIB

Warga Binaan Lapas Binjai Ikuti Study Tiru Peternakan Telur Puyuh

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:40 WIB

Perdagangan Ilegal Satwa Dilindungi Digagalkan di Sipirok, Polisi Amankan Sisik Trenggiling hingga Kulit Kijang

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:32 WIB

Satresnarkoba Polres Tapsel Gagalkan Peredaran 3 Kg Ganja, Dua Pelaku Ditangkap Gunakan Becak Motor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:07 WIB

Satu Buron, Satu Ditangkap: Polresta Deli Serdang Buru Pelaku Pungli yang Resahkan Truk Logistik

Berita Terbaru