Aceh Barat – Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) melontarkan kritik tajam terhadap Bupati Aceh Barat, Tarmizi, terkait penanganan korban banjir yang dinilai belum maksimal. Kritik tersebut mencuat seiring tidak tersedianya Dana Tidak Terduga (TKD) dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat.
Ketua LANA, Teuku Laksamana, menyebutkan bahwa ketiadaan TKD menunjukkan lemahnya perencanaan dan minimnya inisiatif pemerintah daerah dalam menghadapi bencana yang terjadi secara berulang di wilayah tersebut.
“Banjir ini bukan kejadian baru. Seharusnya pemerintah daerah sudah memiliki langkah antisipatif, termasuk kesiapan anggaran darurat. Fakta bahwa TKD tidak tersedia menunjukkan kurangnya keseriusan dalam melindungi masyarakat,” ujar Teuku Laksamana dalam keterangannya, Sabtu (2/5).
Menurutnya, keterlambatan respons dan terbatasnya bantuan yang diterima korban banjir semakin memperburuk kondisi di lapangan. LANA menilai, Bupati Aceh Barat seharusnya mampu mengambil langkah cepat dan strategis, baik melalui pengalokasian ulang anggaran maupun koordinasi lintas instansi.
“Ini soal kepemimpinan. Dalam situasi krisis, kepala daerah dituntut sigap dan responsif. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dua kali—terkena bencana dan diabaikan oleh kebijakan,” tegasnya.
LANA juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanggulangan bencana, termasuk memperkuat kesiapan anggaran dan mekanisme distribusi bantuan.
Selain itu, pihaknya meminta adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah agar publik dapat mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah dalam menangani persoalan darurat.
LANA menegaskan akan terus mengawal isu ini dan mendorong pemerintah daerah agar lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya dalam situasi bencana yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata. (Red)


























