TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
21/02/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 21 Februari 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api selama bulan suci Ramadan 1447 H. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan operasional kereta api tetap aman, tertib, dan bebas dari gangguan.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 masih tercatat 35 kasus pelemparan batu terhadap rangkaian kereta api di wilayah Sumatera Utara. Angka tersebut menjadi perhatian serius dan mendorong KAI untuk terus mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat.

“Kami percaya bahwa keselamatan adalah tanggung jawab moral bersama. Tindakan seperti meletakkan benda di atas rel atau melakukan pelemparan bukan hanya merusak sarana kereta, tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang dan petugas,” ujar Anwar.

KAI Divre I Sumut menegaskan bahwa pelaku vandalisme terhadap kereta api dapat dikenai sanksi pidana berat. Berdasarkan Pasal 194 ayat (1) KUHP, setiap orang yang dengan sengaja membahayakan lalu lintas umum di jalur kereta api dapat dipidana penjara paling lama 15 tahun.
Apabila perbuatan tersebut mengakibatkan korban jiwa, pelaku dapat dikenai pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun sebagaimana diatur dalam ayat (2).
Selain vandalisme, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan ngabuburit menjelang berbuka puasa maupun berkumpul setelah salat Subuh. Aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi dan berpotensi melanggar Pasal 181 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Area rel merupakan zona operasional yang dinamis dan memiliki tingkat bahaya tinggi, sehingga tidak diperuntukkan sebagai tempat bermain, bersantai, atau berkumpul. Kesadaran kolektif masyarakat sangat dibutuhkan demi melindungi keselamatan diri sendiri sekaligus menjamin kelancaran perjalanan kereta api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan segala bentuk vandalisme dan tidak beraktivitas di jalur rel. Kepedulian bersama menjadi kunci agar setiap perjalanan kereta api berlangsung selamat dan para penumpang dapat tiba di tujuan dengan aman,” pungkas Anwar.
(***)



























