Sosialisasi BPS Program Desa Cantik di Aula BPS Langsa, (Foto : Timelinesinews.com).
TIMELINES INEWS INVESTIGASI
Kota Langsa – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Langsa menggelar Sosialisasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai langkah konkret memperkuat kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data di era digital.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, di Aula Kantor BPS Kota Langsa ini merupakan inisiatif nasional yang terus dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat budaya statistik di tingkat Pemerintahan Desa (Gampong).
Sosialisasi ini turut dihadiri Plt. Kepala Bappeda Riza Fahlevi, AP., M.SP, Kepala Diskominfo Ade Putra Wijaya Siregar, ST, MM, Perwakilan Camat Langsa Lama, Pj. Geuchik Gampong Baroh Langsa Lama, Gampong Baro, dan Gampong Meurandeh Aceh beserta Agen Desa Cantik.
Sekretaris Daerah Kota Langsa, Dra. Suhartini, M.Pd yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Dewi Nursanti, SH, menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi BPS Kota Langsa atas inisiatif tersebut.
Ia menilai program Desa Cantik menjadi langkah strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern, transparan, dan berbasis data.
“Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan untuk seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama,” paparnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Langsa, Ir. Sudariah, menegaskan bahwa program Desa Cantik dirancang untuk mendorong pemerintah desa (gampong) agar mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap aparatur desa di Kota Langsa semakin mampu menyusun perencanaan pembangunan berbasis data digital serta meningkatkan literasi statistik di tingkat desa,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Langsa untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pembinaan Desa Cantik Tahun 2026. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan desa yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain itu, kegiatan ini turut menjadi bagian dari komitmen BPS Kota Langsa untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi maupun gratifikasi.
“Harapannya, desa-desa di Kota Langsa semakin siap menjadi desa yang cakap data, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, BPS Kota Langsa juga mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
SE 2026 bertujuan menyajikan data perekonomian wilayah yang akurat, mengidentifikasi persoalan riil dunia usaha dan daya saingnya, serta memotret fenomena ekonomi baru seperti ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Selain itu, sensus ini juga akan mengukur kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian nasional.


































