TLii|Aceh|Lhokseumawe, 25 April 2026 — Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH bersama Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, menyerahkan bantuan benur udang vaname kepada kelompok pembudidaya “Jak U Neuheun” di Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Sabtu (25/4).
Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 554 packing dengan total 1.115.200 ekor benur udang vaname, yang diterima oleh kelompok beranggotakan 13 orang dengan Ketua Junaidi.
Kawasan tambak di gampong tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir besar pada November 2025, di mana sebagian besar tambak tertimbun lumpur sehingga tidak dapat difungsikan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sayuti Abubakar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana, mengingat sektor tambak merupakan mata pencaharian utama masyarakat setempat.
“Saya sebagai kepala daerah sudah berulang kali menyampaikan persoalan ini ke pemerintah pusat agar segera diintervensi. Ini adalah sumber penghidupan masyarakat, sehingga semakin cepat ditanggulangi, maka roda ekonomi masyarakat juga akan kembali normal,” ujar Sayuti Abubakar.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBAP Ujung Batee atas dukungan bantuan benur udang vaname bagi masyarakat Lhokseumawe.
“Terima kasih kepada BPBAP Ujung Batee yang telah membantu masyarakat kami. Ini sangat berarti dalam proses pemulihan ekonomi warga,” tambahnya.
Sayuti Abubakar juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe telah mengalokasikan sebagian anggaran untuk mendukung revitalisasi tambak dan sawah yang terdampak, serta telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak kementerian, termasuk bertemu dengan Menteri dan Direktur Jenderal terkait.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah menyatakan komitmennya untuk turut membantu percepatan pemulihan sektor tambak di Lhokseumawe.
Berdasarkan data, total lahan tambak yang terdampak bencana di Kota Lhokseumawe mencapai sekitar 348,2 hektare yang tersebar di empat kecamatan.
Wali Kota Sayuti Abubakar turut mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan benur yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan tidak diperjualbelikan.
“Saya harap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk budidaya, jangan dijual. Ini untuk menghidupkan kembali usaha tambak kita,” tegasnya.
Sebagai simbolis penyaluran bantuan, Wali Kota Lhokseumawe bersama Ketua Forikan turut melakukan penebaran langsung benur udang vaname ke tambak milik kelompok pembudidaya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap, melalui bantuan ini, para pembudidaya dapat segera kembali berproduksi dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan, Cut Elya Safitri, SKH, M.S.M beserta jajaran, Perwakilan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Julianti S.Sos, Camat Blang Mangat, Achmad Faisal Daulay, SIP., M,Si serta unsur terkait lainnya.
































