Mahasiswa PWK UBB Turut Berkontribusi Sebagai Relawan Peduli Mangrove KKMD Babel Dalam Penanaman 2.000 Bibit Mangrove di Batu Ampar.

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:24 WIB

50124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto istimewa Kegiatan mahasiswa PWK UBB)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Bangka – Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Bangka Belitung turut mengambil peran sebagai bagian dari Relawan Peduli Mangrove Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan bekas tambang Batu Ampar, Lintas Timur, Kabupaten Bangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata dalam mendukung pelestarian kawasan pesisir serta implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin 14 tentang Ekosistem Lautan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa PWK UBB ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperoleh pengalaman langsung terkait pengelolaan wilayah pesisir berbasis pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan penanaman mangrove ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Babel, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), komunitas lingkungan, masyarakat, serta Relawan Peduli Mangrove KKMD Babel yang turut melibatkan mahasiswa PWK Universitas Bangka Belitung.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PWK UBB juga melakukan observasi lapangan dan wawancara bersama Fery Afriyanto, S.T., selaku Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait upaya rehabilitasi mangrove dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Fery Afriyanto menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah bersama berbagai stakeholder dalam memperbaiki kondisi kawasan pesisir, khususnya wilayah yang mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia maupun perubahan lingkungan.

Menurutnya, pemulihan kawasan mangrove menjadi langkah penting karena ekosistem tersebut memiliki fungsi besar bagi keberlangsungan lingkungan. Selain menjadi tempat hidup berbagai biota pesisir, mangrove juga berperan dalam menjaga garis pantai, mengurangi risiko abrasi, serta membantu mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap karbon.

“Penanaman mangrove ini menjadi salah satu aksi nyata dalam memperbaiki kawasan yang mengalami kerusakan. Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan ekosistem mangrove dapat kembali memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.

Selain kegiatan penanaman, Fery juga menegaskan pentingnya keberlanjutan melalui proses monitoring dan pemeliharaan agar bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik. Pengawasan tersebut dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak sehingga kawasan rehabilitasi dapat tetap terjaga.

Bagi mahasiswa PWK Universitas Bangka Belitung, keterlibatan sebagai Relawan Peduli Mangrove KKMD Babel memberikan pembelajaran bahwa pembangunan wilayah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan antara aktivitas manusia dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui perspektif Perencanaan Wilayah dan Kota, rehabilitasi kawasan bekas tambang melalui penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam perencanaan kawasan pesisir. Ruang pesisir harus dikelola secara bijak agar mampu mendukung fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Bangka Belitung.

Dengan adanya aksi bersama ini, penanaman mangrove tidak hanya menjadi kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga ruang hidup dan lingkungan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Perdana Tahun Pertama Turun di Karnaval Tingkat Provinsi, Desa Simpang Rimba Sukses Curi Perhatian Penonton
Semarak HUT ke-81 RI, SMAN 1 Simpang Rimba Tampil Penuh Semangat di Tingkat Provinsi
Semarak HUT Ke-81 RI di Permis Dan Rajik, Karnaval Penuh Warna Sukses Hidupkan Suasana
Karnaval HUT ke-81 RI Pecah! PBB dan Kreativitas Warga Warnai Simpang Rimba
Edukasi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Babel Gelar Sosialisasi PHBS di SDN 16 Riau Silip
Bunda Literasi Pangkalpinang Apresiasi Pelatihan Literasi “Coaching Membaca Nyaring” TBM Arisya Bersama Penggerak Literasi dan Masyarakat Pangkalpinang
Tak Sekadar Berkunjung, Siswa SMAN 1 Simpang Rimba Dalami Dunia Penyiaran di TVRI Bangka Belitung
Sinergi Porli Dan Petani ,Kapolsek Simpang Rimba Hadiri Gerakan Tanam Serempak Di Desa Gudang

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 00:58 WIB

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Baitul Mal Aceh Gandeng Rumah Zakat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Polda Sumut Siagakan 100 Personel Brimob dan Peralatan Pendukung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Ayah Wa Raih Serambi Award 2026, Pelopor Gerakan Membumikan Alqur’an di Aceh Utara

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:32 WIB

PT Takabeya Mangkir dari Panggilan DPRK, Proyek Jalan Nasional Muara Satu Kian Dipertanyakan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Ketua PWO Aceh Utara Kecam Kekerasan terhadap Wartawan, Desak Oknum TNI Diproses Hukum

Berita Terbaru