(foto istimewa kegiatan)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Penulis: Gita Nugraha
Puluhan siswa SMA Negeri 1 Simpang Rimba mengikuti kegiatan studio tour di TVRI Bangka Belitung sebagai upaya mengenal lebih dekat dunia penyiaran televisi Selasa(4/8/2026) . Kegiatan edukatif ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses produksi program televisi, mulai dari tahap persiapan hingga siaran berlangsung.
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB. Setibanya di TVRI Bangka Belitung, rombongan siswa disambut hangat oleh penyiar sekaligus pemandu, Caca dan Alif, beserta tim. Acara diawali dengan sesi perkenalan dan tanya jawab yang di awali oleh oleh Ketua OSIS Selvira Gustilasari dan Wakil Ketua OSIS Yusuf Maulana SMA Negeri 1 Simpang Rimba.
Usai sesi pembukaan, para siswa diajak berkeliling ke Studio 1. Di studio ini, mereka diperkenalkan dengan berbagai program keagamaan yang diproduksi TVRI, seperti Lentera Qolbu untuk umat Islam yang tayang setiap Kamis dan Jumat, serta program Mimbar Buddha, Mimbar Konghucu, dan Mimbar Katolik.
Selama kunjungan, siswa memperoleh penjelasan mengenai berbagai peralatan utama dalam proses penyiaran, mulai dari kamera televisi yang berfungsi menangkap gambar, lampu studio sebagai pencahayaan agar hasil tayangan lebih jelas, hingga sistem produksi yang mendukung jalannya sebuah program. Mereka juga mengetahui bahwa Studio 1 dilengkapi lima unit kamera yang digunakan saat proses siaran.
“Baru tahu ternyata di balik layar ada banyak orang dan alat yang bekerja agar sebuah acara bisa tayang di televisi,” ujar salah seorang siswa yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Studio 2, yang menjadi lokasi produksi program Bangka Belitung Hari Ini dan Dokter Kite. Di studio ini, Alif menjelaskan fungsi berbagai peralatan penyiaran, seperti kamera, mikrofon clip-on, sistem pencahayaan, ruang sub control, serta teleprompter, yaitu layar yang menampilkan naskah berjalan agar penyiar dapat membaca berita dengan lancar saat siaran berlangsung.
Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar dunia penyiaran televisi.
Momen yang paling menarik terjadi ketika satu siswa dan satu siswi dipilih menjadi perwakilan untuk mencoba langsung menjadi penyiar berita. Dengan bimbingan Caca dan Alif, keduanya berdiri di meja pembawa berita dan membacakan naskah pembukaan layaknya seorang presenter profesional. Pengalaman tersebut disambut meriah oleh seluruh peserta.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab terakhir, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan staf TVRI Bangka Belitung di lobi utama.
Melalui kegiatan studio tour ini, para siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai dunia penyiaran, tetapi juga memahami bahwa sebuah tayangan televisi merupakan hasil kerja sama banyak orang dengan peran yang saling mendukung di balik layar.




























