Ayahwa Perjuangkan Kepentingan Aceh di Kementerian Agama, MTQ Nasional hingga Kebangkitan Samudra Pasai

RAMAZANI

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:44 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|JAKARTA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, S.E., M.M., memenuhi undangan Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Kehadiran Bupati yang akrab disapa Ayahwa tersebut untuk mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang berhalangan hadir.

 

Dalam pertemuan strategis itu, Ayahwa membawa sejumlah agenda penting, mulai dari aspirasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional, laporan kerusakan infrastruktur keagamaan pasca-banjir, hingga pengembangan kawasan bersejarah Samudra Pasai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama Republik Indonesia mewakili Bapak Gubernur Aceh. Kami menyampaikan salam hormat dari Bapak Gubernur serta menitipkan harapan besar dari masyarakat agar pelaksanaan MTQ Nasional mendatang dapat diselenggarakan di Provinsi Aceh,” ujar Ayahwa.

 

Selain menyampaikan agenda provinsi, Bupati Ayahwa memanfaatkan kesempatan itu untuk melaporkan kondisi terkini sektor pendidikan dan fasilitas keagamaan di Kabupaten Aceh Utara yang mengalami dampak serius akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

 

Berdasarkan data yang dipaparkan Bupati Ayahwa kepada Menang, banjir merusak puluhan madrasah yang mengakibatkan proses belajar mengajar belum berjalan normal. Fasilitas pendidikan yang terdampak meliputi 15 unit Raudhatul Athfal (RA), 13 unit Madrasah Ibtidaiyah (MI), 10 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 7 unit Madrasah Aliyah (MA).

 

Tidak hanya fasilitas pendidikan formal, kerusakan masif juga melanda sarana ibadah dan lembaga pendidikan non-formal (dayah/pesantren) di berbagai wilayah Aceh Utara, masing-masing 205 unit masjid, 213 unit dayah/pesantren, 267 unit meunasah (surau), dan 1.309 unit balai pengajian.

 

“Akibat kondisi tersebut, proses belajar mengajar dan aktivitas keagamaan di beberapa tempat belum dapat berjalan normal. Kami sangat mengharapkan perhatian dan dukungan berupa rehabilitasi dari Kementerian Agama, mengingat penanganan sarana pendidikan dan fasilitas keagamaan ini berada di bawah kewenangan Kemenag,” tuturnya.

 

Di hadapan Menteri Agama itu, Bupati Aceh Utara juga mengangkat isu penting lain terkait pelestarian sejarah Islam. Ia mengingatkan kembali bahwa Aceh Utara merupakan situs bersejarah tempat masuknya Islam pertama di Nusantara melalui peradaban Kerajaan Samudra Pasai.

 

Disampaikan Ayahwa, saat ini, kawasan Monumen Samudra Pasai dinilai masih membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat agar nilai historisnya tidak pudar.

 

“Pemkab Aceh Utara berharap lahan yang telah kami siapkan di sekitar kawasan monumen dapat dimanfaatkan untuk pembangunan pesantren. Kita ingin kawasan sejarah Samudra Pasai ini kembali hidup dan bangkit sebagai pusat pendidikan sekaligus syiar Islam di Nusantara,” kata Ayahwa.

 

Dalam momen itu, Bupati Ayahwa secara resmi menyampaikan undangan kepada Menag untuk melakukan kunjungan kerja langsung ke Bumi Malikussaleh. Kehadiran Menag diharapkan dapat meninjau langsung tingkat kerusakan fasilitas keagamaan dan pendidikan di lapangan guna mempercepat langkah penanganan.

Berita Terkait

Imigrasi Belawan Dapat Apresiasi Staf Ahli Menteri Imipas Atas Inovasi Pelayanan Publik Yang Humanis
DIKPI Inisiasi Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia untuk Memperkuat Ekosistem Keilmuan Kepolisian
Tindak Lanjuti Aturan, Imigrasi Belawan Komitmen Segera Hapuskan BMN Rusak Berat
Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh Gelar Baksos di Panti Asuhan
Quick Response Brimob Polda Aceh Tangani Kebakaran Hutan di Lembah Seulawah
Lapas Kelas IIA Pancur Batu Gandeng Dinas Perikanan Deli Serdang Wujudkan Inovasi Pembinaan “MITRA KANAN
Bekali Keterampilan Produktif, Rutan Tanjung Tebar Benih Lele Di Kolam Pembinaan
Perkuat Kesiapsiagan Bencana, Pemdakab Buton Tengah Kukuhkan KSB Dan Uji SOP Penanganan Darurat Bencana

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Imigrasi Belawan Dapat Apresiasi Staf Ahli Menteri Imipas Atas Inovasi Pelayanan Publik Yang Humanis

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:14 WIB

Tindak Lanjuti Aturan, Imigrasi Belawan Komitmen Segera Hapuskan BMN Rusak Berat

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:38 WIB

Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Kinerja Tenaga Ahli Kominfo Toba Dipertanyakan Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:36 WIB

Lapas Perempuan Medan Hadiri Kegiatan Serah Terima Ketua PIPAS Daerah Sumut dan Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:51 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, Lapas Tebing Tinggi Bahas Usulan Remisi Umum Dan RKA di Sidang TPP

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:39 WIB

Erwin F. Simangunsong: Lapas Tebing Tinggi Komitmen Jalankan Instruksi Dirjenpas Jelang HUT RI ke-81

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:21 WIB

Erwin F. Simangunsong Bersama UPT Sumut Ikuti Arahan Staf Ahli & Staf Khusus Kemenimipas

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:05 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Tanjung Pura Budidaya Ikan Nila di Lahan Ketapang

Berita Terbaru