Foto Bersama: Perwakilan Komunitas Bandara Sultan Iskandar Muda, Lanud Sultan Iskandar Muda, PT Angkasa Pura Indonesia, Serikat pekerja, Usai melepas bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur udara dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Rabu (19/8/2026).
TLii || ACEH BESAR – Komunitas Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dihimpun melalui kolaborasi Lanud Sultan Iskandar Muda, PT Angkasa Pura Indonesia, komunitas bandara, serta serikat pekerja.
Aksi kemanusiaan itu berawal dari inisiatif Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda yang kemudian mendapat dukungan manajemen Bandara Sultan Iskandar Muda, komunitas bandara, dan serikat pekerja.
Seluruh unsur tersebut menggerakkan partisipasi karyawan untuk mengumpulkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
Bantuan yang telah terkumpul kemudian diberangkatkan melalui jalur udara dari Lanud Sultan Iskandar Muda untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak.
General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas insan bandara terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kita bersama. Kita bergerak bersama, manajemen, komunitas bandara, dan seluruh karyawan melalui serikat pekerja,” kata Rahmat.
Ia berharap bantuan yang dikirimkan dapat memberikan manfaat sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dapat melampaui batas institusi dan wilayah. Seluruh unsur di lingkungan Bandara Sultan Iskandar Muda bersatu untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” ujarnya.
Komunitas Bandara Sultan Iskandar Muda berharap bantuan tersebut dapat segera diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak. Aksi ini sekaligus menjadi wujud solidaritas masyarakat Aceh terhadap sesama warga Indonesia yang sedang menghadapi bencana*[]





























