TLii | Sumut | Toba – Kabar mengecewakan menyelimuti dunia pendidikan Kabupaten Toba: program beasiswa bagi siswa berprestasi yang selama ini menjadi penopang harapan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, kini dipastikan berhenti di tahun 2026. Keputusan itu memicu gelombang protes dan kekecewaan luas bagi masyarakat.
Berdasarkan unggahan akun Facebook Adhikara Hutajulu, beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Toba bagi anak-anak berprestasi dinyatakan tidak dapat dilanjutkan karena dianggap sebagai “temuan” dalam pemeriksaan. Di saat yang sama, biaya perjalanan dinas pejabat yang dinilai tidak masuk akal justru tidak pernah disentuh, bahkan cenderung ditingkatkan.
“Apa ada Dinas atau SKPD di Pemkab Toba yang tidak menyalahgunakan biaya perjalanan dinas, apalagi hal lainnya? Jika anggaran perjalanan dinas luar daerah DPRD Toba yang melebihi Rp11 miliar itu dialihkan untuk beasiswa, tentu jauh lebih banyak anak Toba yang bisa masuk sekolah unggulan,” tulisnya, menegaskan ketimpangan yang dirasakan warga.
Unggahan itu segera mendapat tanggapan. Akun Frederick Mlt Tambunan menyampaikan harapan sekaligus kekhawatiran: “Semoga tidak lebih parah dari sebelumnya.”
Kritik publik mempertanyakan prioritas pemerintah daerah: apakah masa depan anak bangsa lebih mudah dikorbankan dibandingkan kebiasaan perjalanan dinas yang belum jelas manfaatnya? Masyarakat mendesak transparansi—mengapa bantuan pendidikan yang menyentuh langsung nasib generasi penerus justru yang dipangkas, sementara pos pengeluaran lain yang mencurigakan tetap berjalan tanpa gangguan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Toba, Donny Raymond Simamora, menyampaikan singkat melalui pesan WhatsApp: “Soal beasiswa, saya sedang berdiskusi dengan bagian terkait di kantor.” Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi maupun data rinci yang disampaikan kepada publik.
Masyarakat menuntut: jelaskan secara terbuka dasar hukum penghentian beasiswa, tunjukkan rincian anggaran perjalanan dinas yang dibanggakan, dan kembalikan harapan ribu siswa yang sudah berjuang meraih prestasi.
(Tanda)





























