TLii | LAPAS NARKOTIKA KLS IIA SAMARINDA
27/08/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Samarinda, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda terus mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen kacang panjang dan timun yang dilaksanakan pada Rabu (26/8) di area beranggang luar Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda.

Kegiatan panen ini menjadi bagian dari pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) bersama WBP secara langsung terlibat dalam proses perawatan tanaman hingga pemanenan komoditas pertanian yang telah dibudidayakan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas sektor pertanian. Di lingkungan pemasyarakatan, program tersebut diimplementasikan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan komoditas pangan sekaligus memberikan ruang bagi WBP untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.
Hasil panen kacang panjang dan timun selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas. Pemanfaatan hasil pertanian tersebut menjadi bentuk nyata kemandirian pangan di lingkungan Lapas, sekaligus memberikan nilai manfaat dari program pembinaan yang dilaksanakan. Ke depan, pengelolaan lahan produktif diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu menghasilkan lebih banyak komoditas pangan dan memberikan nilai ekonomis.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda menunjukkan bahwa program ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui langkah konkret di berbagai lingkungan, termasuk pemasyarakatan. Selain mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, kegiatan pertanian ini juga menjadi sarana membentuk WBP yang terampil, produktif, dan memiliki bekal kemandirian sebagai bagian dari proses reintegrasi mereka ke tengah masyarakat, Pungkasnya.
(***)





























