(foto istimewa kegiatan)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Oleh: Putri Simba Jurnalis Muda Bangka Belitung
Untuk pertama kalinya, Desa Simpang Rimba, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, membawa nama desanya ke panggung karnaval tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kota Pangkalpinang kamis 27 Agustus 2026.
Dengan mengusung tema“Simpang Rimba Bersatu” yang membawa pesan tentang BBM murah dari rakyat untuk rakyat,rombongan Desa Simpang Rimba tidak hanya hadir untuk memeriahkan karnaval, tetapi juga menyampaikan sebuah gambaran tentang persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut mengangkat pentingnya kebijakan BBM yang dapat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli dan meringankan beban kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, persoalan subsidi BBM juga menjadi perhatian karena harus benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan tepat guna agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil. Di sepanjang rute karnaval, rombongan Desa Simpang Rimba mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Para penonton terlihat antusias menyaksikan penampilan mereka. Lambaian tangan, sapaan, hingga ajakan bersalaman terus mewarnai perjalanan.
Sejumlah anak-anak bahkan terlihat begitu antusias menyambut rombongan. Tak sedikit dari mereka yang mengajak peserta berfoto bersama hingga mengabadikan momen di depan properti karnaval berbentuk pom bensin yang dibawa oleh tim Desa Simpang Rimba. Sambutan hangat tersebut semakin menambah semangat para peserta untuk terus melangkah, meski harus menyusuri rute di bawah teriknya matahari.
Ketua Pelaksana Karnaval Desa Simpang Rimba, Hayato , mengatakan kesempatan untuk membawa nama desa hingga ke tingkat provinsi tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim serta dukungan dari berbagai pihak.Menurutnya, masyarakat dan para pengusaha turut memberikan dukungan dalam proses persiapan, baik berupa bantuan dana maupun bahan-bahan yang digunakan untuk kebutuhan karnaval.
“Bisa ikut karnaval tingkat provinsi ini tentunya berkat semangat kerja sama teman-teman, dukungan masyarakat, serta para pengusaha yang turut andil membantu, mulai dari dana sampai bahan-bahan karnaval. Semua ini tidak mungkin berjalan tanpa kebersamaan dan dukungan dari banyak pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Glen bersama Ade Amalia selaku Koordinator Lapangan, turut merasakan perjuangan selama mengikuti rangkaian karnaval. Menurut Glen, kegiatan ini bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas dan memperkokoh persatuan masyarakat.
“Meningkatkan solidaritas antarsesama masyarakat, menyatukan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan demi mengenang para pejuang yang telah gugur, berjuang membela negara ini. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pejuangnya,” Ujarnya
Glen mengaku, rasa lelah selama perjalanan memang tidak dapat dihindari, terlebih harus berjalan di bawah cuaca yang cukup terik. Namun, semua itu terbayarkan oleh rasa syukur, semangat kebersamaan, dan suasana kemerdekaan yang dirasakan bersama.“Perasaan saya ikut kegiatan ini, lelah itu memang ada, tapi terbayarkan dengan rasa syukur, semangat kebersamaan, kemerdekaan. Jadi semua lelah itu menjadi lillah,” ungkapnya.
Setelah menempuh perjalanan di tengah cuaca yang cukup terik, rombongan Desa Simpang Rimba akhirnya berhasil mencapai garis finis. Penampilan perdana di tingkat provinsi tersebut pun ditutup dengan penuh kebanggaan. Meski baru pertama kali tampil, Desa Simpang Rimba mampu menunjukkan semangat, kekompakan, dan energi yang begitu kuat hingga berhasil tampil menggelegar dan meninggalkan kesan mendalam di sepanjang rute perjalanan.





























