TLii|Aceh|ACEH UTARA — Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai tidak hanya menjadi panggung untuk mengenang kejayaan sejarah Aceh Utara. Di tengah kemeriahan kegiatan, kuliner tradisional juga ikut mengambil tempat, salah satunya Timphan Teutheu khas Banda Baro.( Senin/07/2026)
Produk kuliner yang ditampilkan melalui stan Sekretariat DPRK Aceh Utara itu menjadi salah satu bentuk promosi makanan tradisional yang masih dipertahankan masyarakat setempat.
Timphan Teutheu dikenal sebagai penganan khas Aceh dengan cita rasa tradisional. Sajian tersebut ditampilkan dengan kemasan yang lebih menarik, sekaligus membawa pesan bahwa makanan warisan daerah memiliki peluang untuk terus dikembangkan tanpa meninggalkan ciri khasnya.
Papan promosi yang dipajang di stan menonjolkan sejumlah keunggulan, mulai dari bahan pilihan, rasa tradisional hingga tanpa penggunaan pengawet. Identitas Banda Baro pun ditampilkan secara jelas sebagai daerah asal produk.
Kehadiran kuliner tradisional dalam rangkaian Milad Samudera Pasai menjadi lebih dari sekadar sajian untuk pengunjung. Ini merupakan kesempatan bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produk daerah kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.
Di tengah gempuran makanan modern, Timphan Teutheu menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Aceh Utara tidak cukup hanya dikenang sebagai warisan, tetapi harus terus dikenalkan, dikembangkan dan diberi ruang untuk tumbuh.
Momentum 800 tahun Samudera Pasai pun akhirnya tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga membuka ruang bagi produk lokal untuk menunjukkan wajah Aceh Utara hari ini.


































