Baru Selesai Dibangun Sudah Retak, Proyek TKS Ratu Nahrisyah Rp801 Juta Jadi Sorotan

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 14:35 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TLii|Aceh|ACEH UTARA – Belum lama rampung dibangun, dinding gedung baru TKS Ratu Nahrisyah di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, sudah menunjukkan keretakan. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap kualitas pekerjaan revitalisasi satuan pendidikan yang menelan anggaran Rp801.076.000 dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Ironisnya, cat bangunan masih terlihat baru, tetapi retakan vertikal sudah muncul memanjang pada bagian dinding. Temuan tersebut terlihat dalam dokumentasi yang diterima redaksi, Selasa (4/11/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari kondisi yang terlihat, retakan tersebut tidak sampai menembus dinding, melainkan berada pada lapisan permukaan plesteran dan acian. Namun, untuk bangunan yang baru selesai dikerjakan, kerusakan seperti ini tetap tidak bisa dianggap persoalan biasa.

 

Anggaran Besar, Mutu Dipertanyakan

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek tersebut merupakan Revitalisasi Satuan Pendidikan TKS Ratu Nahrisyah dengan rincian:

– Nilai bantuan: Rp801.076.000

– Sumber dana: APBN Tahun Anggaran 2026

– Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) TKS Ratu Nahrisyah

– Waktu pelaksanaan: 120 hari kalender setelah dana diterima

– Penyelenggara: Direktorat Jenderal PAUD, Kemendikdasmen RI.

Dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah, hasil pekerjaan semestinya memperlihatkan kualitas yang sebanding. Bukan justru menimbulkan persoalan ketika bangunan masih tergolong baru.

Keretakan pada lapisan plesteran bisa dipengaruhi sejumlah faktor, seperti komposisi adukan, proses pengeringan, maupun teknik pengerjaan. Karena itu, pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan penyebab sebenarnya, bukan sekadar menutup bagian yang retak dengan dempul dan cat baru.

Orang Tua Minta Jangan Asal Diperbaiki

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian orang tua di lingkungan setempat. Mereka berharap bangunan yang diperuntukkan bagi pendidikan anak usia dini itu benar-benar dikerjakan dengan baik.

“Baru siap kok sudah retak? Kami lihat sendiri catnya masih baru, tetapi dinding sudah pecah memanjang. Ini gedung untuk anak-anak kami. Kami tidak minta bangunan mewah, cukup bangunan yang bagus dan berkualitas. Kalau memang ada kerusakan, tolong diperbaiki dengan benar, jangan hanya didempul lalu dicat kembali,” ungkap salah seorang orang tua.

Harapan masyarakat cukup sederhana: gedung pendidikan yang aman, nyaman, dan layak digunakan anak-anak, bukan bangunan yang baru selesai tetapi sudah memperlihatkan kerusakan.

P2SP dan Dinas Pendidikan Jangan Tutup Mata

Persoalan ini perlu segera ditindaklanjuti. P2SP sebagai pelaksana pembangunan diminta memberikan penjelasan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan. Dinas Pendidikan Aceh Utara juga diharapkan turun langsung melakukan pengecekan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.

Jika ditemukan ketidaksesuaian mutu, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh sesuai standar teknis dan ketentuan pekerjaan. Jangan sampai kerusakan hanya disamarkan dengan pengecatan ulang tanpa menyelesaikan penyebabnya.

Rp801.076.000 merupakan uang negara yang dialokasikan untuk kepentingan pendidikan. Setiap rupiahnya harus menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Gedung baru seharusnya membawa kebanggaan, bukan justru menghadirkan tanda tanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak P2SP TKS Ratu Nahrisyah belum memberikan keterangan resmi terkait keretakan tersebut. Redaksi Timelinesinews masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait.

 

 

Berita Terkait

Kalapas Lakukan Trolling Blok Hunian Pastikan Keamanan Sekaligus Sapa Warga Binaan
Karutan Raymon Tegaskan Pembinaan Menyeluruh Penguatan Spiritual dan Dukungan Keluarga Jadi Motivasi WBP Berubah Lebih Baik Jalani Kehidupan Lebih Baik
Bupati Pidie Jaya Perjuangkan Penyelamatan 81 Situs Warisan Sejarah, Minta Dukungan Serius Kementerian Kebudayaan
Awali Pekan dengan Apel Pagi, Karutan Labuhan Deli Ajak Jajaran Bangun Kepedulian dan Integritas.
Mukarramah Fadhlullah Hadiri Pembinaan Pokja Bunda PAUD, Dorong Sinergi Pendidikan Anak di Aceh Tenggara
Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Rutan kls I Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis
Kabapas Palangka Raya Komitmen Dukung Peradilan Pidana Anak Profesional Proporsional Berorientasi Perlindungan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:13 WIB

Bongkar Muat Ribuan Karton  Minyak Goreng untuk Bansos di Silamosik II Memicu Keraguan Publik, Instansi Diminta Lakukan Verifikasi

Rabu, 4 November 2026 - 03:17 WIB

Sat Lantas Polres Toba Tempel Stiker dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Saat Gelar Operasi Patuh Toba 2026

Selasa, 3 November 2026 - 22:35 WIB

Medan Bapas Kelas I Medan Optimalkan Tugas Pembimbingan Melalui Penyusunan Litmas Dukung Pemenuhan Hak Integrasi WBP

Selasa, 3 November 2026 - 22:27 WIB

Bapas Kls I Medan Komitmen Dampingi ABH Secara Profesional Pastikan Hak Anak Terlindungi Selama Proses Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 21:59 WIB

Medan Bapas Kelas I Medan Laksanakan Pembersihan dan Perawatan Tanaman Pepaya di Area Ketapang

Selasa, 3 November 2026 - 21:14 WIB

Kepala Rutan Balige Gelar “Ngopi Bareng”, Buka Wawasan Publik tentang Pembinaan Warga Binaan

Selasa, 3 November 2026 - 21:01 WIB

Lapas Perempuan Medan Ikuti Pertemuan dan Silaturahmi Bersama Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Selasa, 3 November 2026 - 21:01 WIB

Kapolres Pematang Siantar Hadiri Penutupan Open Turnamen Bola Voli Marcopolo Cup Tahun 2026

Berita Terbaru