KETUM LSM MAUNG Dorong KPK Ambil Alih Kasus Pengadaan Ambulans di Dinkes Kalbar

REDAKSI 1

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 13:00 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | KALBAR | Pontianak, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LSM Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (DPP LSM MAUNG), Hadysa Prana, menilai penanganan dugaan korupsi pengadaan mobil ambulans tahun anggaran 2021 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Barat tidak harus terbatas ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar. Ia menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga berwenang mengambil alih kasus tersebut jika diperlukan.

“Tentu bukan hanya Kejati yang bisa menangani kasus itu. Jika diperlukan, KPK bisa mengambil alih kasus korupsi yang sedang ditangani instansi lain,” ujar Hadysa kepada media, Senin (16/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa KPK memiliki kewenangan supervisi terhadap penegak hukum lain dalam upaya pemberantasan korupsi. Bahkan, menurutnya, penyidikan bisa dibuka kembali apabila ditemukan bukti baru atau alasan kuat lainnya.

“Pengembalian kerugian negara memang bisa menjadi faktor meringankan, namun tidak otomatis menggugurkan pidana. Proses hukum harus tetap berjalan,” tegasnya.

Diduga Bermasalah Sejak Awal

Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan proyek pengadaan 12 unit ambulans berstandar Covid-19 di Dinkes Kalbar pada tahun 2021. Proyek tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalbar saat itu, Harisson, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar.

Proyek ini sejak awal disebut mengundang tanda tanya. Dari enam perusahaan yang mengajukan penawaran, Dinkes Kalbar akhirnya menunjuk dua perusahaan sebagai penyedia, yaitu PT Ambulans Pintar Indonesia dan CV Cahaya Kurnia Mandiri.

Awalnya, pengadaan direncanakan dilakukan melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL). Namun, Inspektorat Provinsi Kalbar menyarankan agar pengadaan dilakukan melalui proses lelang terbuka. Menurut informasi, lelang pun digelar dan diikuti oleh lebih dari empat perusahaan.

Namun pada Juli 2021, Dinkes Kalbar justru membatalkan proses lelang dan kembali menggunakan mekanisme Penunjukan Langsung. Langkah ini menimbulkan dugaan adanya penyimpangan prosedur dan potensi kerugian negara.

Kasus ini sebelumnya sempat ditangani oleh Kejati Kalbar, namun hingga kini belum ada kejelasan status hukumnya.

Dorongan Transparansi dan Ketegasan Penegak Hukum

Ketua Umum DPP LSM MAUNG, Hadysa Prana, menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini. Menurutnya, proses hukum terhadap dugaan penyimpangan anggaran publik harus dilakukan secara terbuka agar mendapat pengawasan publik yang maksimal.

“Kasus ini menyangkut uang rakyat. Kami mendorong penegak hukum, baik Kejati Kalbar maupun KPK, untuk tidak ragu membuka kembali penyidikan apabila ditemukan bukti baru atau ketidaksesuaian dalam proses pengadaan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya efek jera terhadap para pelaku korupsi, terutama dalam proyek-proyek yang terkait langsung dengan pelayanan publik seperti pengadaan ambulans saat pandemi Covid-19.

“Ini bukan hanya soal uang. Ini menyangkut keselamatan dan hak rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, terutama di masa krisis seperti pandemi,” tambah Hadysa.

Desakan Pengusutan Tuntas dan Pemeriksaan Pejabat Terkait

LSM MAUNG juga mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa semua pihak yang terlibat dalam proses pengadaan, termasuk pejabat yang saat ini masih menjabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam hal ini, sorotan juga diarahkan kepada Harisson, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dan kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar.

“Kami minta jangan ada yang kebal hukum. Semua pejabat yang terlibat dalam pengambilan keputusan, baik teknis maupun administratif, harus diperiksa agar terang benderang,” ucap Hadysa.

 

LSM MAUNG Siap Laporkan ke KPK

Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan dari pihak Kejaksaan, LSM MAUNG menyatakan akan menyiapkan laporan resmi ke KPK.

Menurut Hadysa, langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari komitmen pengawasan masyarakat sipil terhadap dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara.

“Kami sudah menyiapkan data dan dokumen pendukung. Jika memang dibutuhkan, kami akan ajukan laporan resmi ke KPK agar kasus ini tidak tenggelam begitu saja,” pungkasnya.

(TIM/RED)

Sumber: DPP LSM MAUNG

Berita Terkait

22 Titik Usaha Walet Tak Berizin di Lhokseumawe Disikat, Pemko Bertindak Tegas
TMMD Ke-128 Dibuka, TNI Gelar Pasar Murah, Pengobatan Massal dan Bagi Sembako
Polres Tapteng Redam Potensi Tawuran Remaja di Rusunawa Pandan, Sebilah Parang Disita
Personel Brimob Kompi 2 Gelar Baksos Bersihkan Rumah Ibadah
Hari Bumi 2026, PT KAI Divre I Sumut Dorong E-Boarding Pass Kurangi Penggunaan Kertas
Dukung Industri Ramah Lingkungan, PT PPK dan PT SDLI Kolaborasi Kelola Kawasan Kuala Tanjung
Perkuat Kinerja Pemasyarakatan, 44 Pejabat Manajerial Kanwil Ditjenpas Sumut Resmi Dilantik
Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:47 WIB

Polres Tapteng Redam Potensi Tawuran Remaja di Rusunawa Pandan, Sebilah Parang Disita

Rabu, 22 April 2026 - 12:13 WIB

Hari Bumi 2026, PT KAI Divre I Sumut Dorong E-Boarding Pass Kurangi Penggunaan Kertas

Rabu, 22 April 2026 - 11:27 WIB

Perkuat Kinerja Pemasyarakatan, 44 Pejabat Manajerial Kanwil Ditjenpas Sumut Resmi Dilantik

Rabu, 22 April 2026 - 09:30 WIB

PT Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa

Rabu, 22 April 2026 - 09:02 WIB

Kanwil Kemenkum Sumut Gelar Entry Meeting Bersama Itjen dalam Rangka Evaluasi Zona Integritas WBBM Tahun 2026

Rabu, 22 April 2026 - 08:44 WIB

Haji 2026: Imigrasi Sumut Sukses Kawal Kloter Pertama Embarkasi Medan

Selasa, 21 April 2026 - 22:19 WIB

Kepala Rutan Labuhan Deli Eddy Junaedi Hadiri Sertijab Kapolsek Medan Labuhan

Selasa, 21 April 2026 - 21:08 WIB

Hari Kartini 2026, Pelindo Regional 1 Perkuat Program Pengembangan Kepemimpinan Perempuan

Berita Terbaru