TLii | ACEH | Gayo Lues,— Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Samudra Langsa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Sebagai Pestisida Hayati” di Desa Bemem Bentul, Kecamatan Pegayon, Kabupaten Gayo Lues. Kamis (4/07/2025).
Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Rosmaiti, M.P., Dr. Ir. Cut Mulyani, M.P., dan Dr. Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, S.Pt., M.Si., serta melibatkan mahasiswa KKN dari Desa Bemem Bentul (kelompok 9), Desa Kong (kelompok 40), dan Desa Anak Reje (kelompok 6). Ketua kelompok Desa Bemem Bentul, Juwendy Prayoga, bertindak sebagai koordinator lapangan bersama aparatur desa dan masyarakat setempat.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada petani dalam membuat pestisida hayati, Mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan, Mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak sapi yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal.
Latar Belakang
Sebagai daerah agraris, Gayo Lues menghasilkan limbah ternak sapi yang melimpah. Namun, sebagian besar limbah tersebut belum diolah dengan baik. Di sisi lain, penggunaan pestisida kimia masih sangat tinggi. Melalui kegiatan ini, limbah ternak sapi diolah menjadi pestisida hayati yang aman, murah, dan ramah lingkungan.
Pembuatan dan Aplikasi
Dalam praktiknya, peserta pelatihan belajar membuat pestisida hayati menggunakan bahan utama berupa urin sapi yang dicampur dengan EM4, molase atau gula merah cair, serta rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, dan kunyit. Campuran ini difermentasi selama 7–14 hari.
Cara aplikasinya cukup sederhana: larutan pestisida diencerkan lalu disemprotkan ke daun, batang, dan akar tanaman pada pagi atau sore hari dengan sprayer tangan atau punggung.
Efektivitas Terbukti
Penelitian Marlina et al. (2022) menunjukkan pestisida hayati dari kotoran sapi dapat menurunkan serangan ulat grayak pada jagung hingga 70%. Sementara penelitian Siregar & Putra (2021) membuktikan bioinsektisida dari urin sapi efektif menekan hama trips pada cabai.
Manfaat Bagi Masyarakat
Program ini membawa manfaat ekonomi dengan menekan biaya pembelian pestisida kimia, karena bahan baku pestisida hayati tersedia gratis di lingkungan sekitar. Manfaat sosial juga dirasakan melalui kerja sama dan gotong royong antar petani. Secara kesehatan, pestisida hayati menjamin hasil panen yang lebih aman dikonsumsi keluarga dan masyarakat.
Dukung Pertanian Berkelanjutan
Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung sistem pertanian organik dan membentuk pola pertanian zero waste di Kabupaten Gayo Lues. Inovasi lokal ini menjadi salah satu langkah nyata mewujudkan pertanian berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Harapan ke Depan
Dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan para petani di Desa Bemem Bentul dan sekitarnya dapat secara mandiri memproduksi dan memanfaatkan pestisida hayati. Selain mendukung pertanian organik, upaya ini juga menjadi contoh nyata penerapan prinsip zero waste farming, di mana limbah ternak yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai guna tinggi.
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Samudra Langsa berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mempraktikkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan potensi lokal. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh pada umumnya.
Dukungan Semua Pihak
Pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan penuh aparatur desa, ketua kelompok, serta antusiasme masyarakat dan mahasiswa KKN yang terlibat aktif. Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar hasil pelatihan ini berkelanjutan dan mampu memberi dampak nyata pada kesejahteraan petani.
Ajakan
Melalui rilis ini, tim pelaksana juga mengajak seluruh pihak — petani, kelompok tani, perangkat desa, serta pemerintah daerah — untuk bersama-sama mendukung gerakan pertanian sehat dan ramah lingkungan. Dengan langkah kecil ini, Kabupaten Gayo Lues dapat menjadi pionir pertanian berkelanjutan di Aceh.
Tentang Program KKN Universitas Samudra
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudra Langsa merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dan dosen berperan aktif membawa inovasi dan solusi aplikatif ke desa-desa untuk menjawab tantangan lokal berbasis potensi daerah.
Kontak Media:
Ir. Rosmaiti, M.P.
Dr. Ir. Cut Mulyani, M.P.
Dr. Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, S.Pt., M.Si.
Referensi:
Marlina, E., et al. (2022). Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pestisida Hayati. J. Pertanian Berkelanjutan, 15(2), 77–85.
Siregar, H., & Putra, A. (2021). Efektivitas Bioinsektisida dari Kotoran Sapi. J. Agrotek Indonesia, 18(3), 233–240.
Hidayat, M., et al. (2020). Aplikasi Pupuk Cair Organik dan Pestisida Hayati dari Limbah Peternakan. J. Ilmu Lingkungan, 12(1), 45–52.

































