Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Jadi Pestisida Hayati Karya Mahasiswa KKN Unsam Langsa: Solusi Ramah Lingkungan di Kabupaten Gayo Lues

REDAKSI 1

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 12:31 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Gayo Lues,— Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Samudra Langsa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Sebagai Pestisida Hayati” di Desa Bemem Bentul, Kecamatan Pegayon, Kabupaten Gayo Lues. Kamis (4/07/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Rosmaiti, M.P., Dr. Ir. Cut Mulyani, M.P., dan Dr. Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, S.Pt., M.Si., serta melibatkan mahasiswa KKN dari Desa Bemem Bentul (kelompok 9), Desa Kong (kelompok 40), dan Desa Anak Reje (kelompok 6). Ketua kelompok Desa Bemem Bentul, Juwendy Prayoga, bertindak sebagai koordinator lapangan bersama aparatur desa dan masyarakat setempat.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada petani dalam membuat pestisida hayati, Mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan, Mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak sapi yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latar Belakang

Sebagai daerah agraris, Gayo Lues menghasilkan limbah ternak sapi yang melimpah. Namun, sebagian besar limbah tersebut belum diolah dengan baik. Di sisi lain, penggunaan pestisida kimia masih sangat tinggi. Melalui kegiatan ini, limbah ternak sapi diolah menjadi pestisida hayati yang aman, murah, dan ramah lingkungan.

Pembuatan dan Aplikasi

Dalam praktiknya, peserta pelatihan belajar membuat pestisida hayati menggunakan bahan utama berupa urin sapi yang dicampur dengan EM4, molase atau gula merah cair, serta rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, dan kunyit. Campuran ini difermentasi selama 7–14 hari.

Cara aplikasinya cukup sederhana: larutan pestisida diencerkan lalu disemprotkan ke daun, batang, dan akar tanaman pada pagi atau sore hari dengan sprayer tangan atau punggung.

Efektivitas Terbukti

Penelitian Marlina et al. (2022) menunjukkan pestisida hayati dari kotoran sapi dapat menurunkan serangan ulat grayak pada jagung hingga 70%. Sementara penelitian Siregar & Putra (2021) membuktikan bioinsektisida dari urin sapi efektif menekan hama trips pada cabai.

Manfaat Bagi Masyarakat

Program ini membawa manfaat ekonomi dengan menekan biaya pembelian pestisida kimia, karena bahan baku pestisida hayati tersedia gratis di lingkungan sekitar. Manfaat sosial juga dirasakan melalui kerja sama dan gotong royong antar petani. Secara kesehatan, pestisida hayati menjamin hasil panen yang lebih aman dikonsumsi keluarga dan masyarakat.

Dukung Pertanian Berkelanjutan

Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung sistem pertanian organik dan membentuk pola pertanian zero waste di Kabupaten Gayo Lues. Inovasi lokal ini menjadi salah satu langkah nyata mewujudkan pertanian berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Harapan ke Depan

Dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan para petani di Desa Bemem Bentul dan sekitarnya dapat secara mandiri memproduksi dan memanfaatkan pestisida hayati. Selain mendukung pertanian organik, upaya ini juga menjadi contoh nyata penerapan prinsip zero waste farming, di mana limbah ternak yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai guna tinggi.

Tim dosen dan mahasiswa Universitas Samudra Langsa berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mempraktikkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan potensi lokal. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh pada umumnya.

Dukungan Semua Pihak

Pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan penuh aparatur desa, ketua kelompok, serta antusiasme masyarakat dan mahasiswa KKN yang terlibat aktif. Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar hasil pelatihan ini berkelanjutan dan mampu memberi dampak nyata pada kesejahteraan petani.

Ajakan

Melalui rilis ini, tim pelaksana juga mengajak seluruh pihak — petani, kelompok tani, perangkat desa, serta pemerintah daerah — untuk bersama-sama mendukung gerakan pertanian sehat dan ramah lingkungan. Dengan langkah kecil ini, Kabupaten Gayo Lues dapat menjadi pionir pertanian berkelanjutan di Aceh.

Tentang Program KKN Universitas Samudra

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudra Langsa merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dan dosen berperan aktif membawa inovasi dan solusi aplikatif ke desa-desa untuk menjawab tantangan lokal berbasis potensi daerah.

 Kontak Media:
Ir. Rosmaiti, M.P.
Dr. Ir. Cut Mulyani, M.P.
Dr. Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, S.Pt., M.Si.

Referensi:
Marlina, E., et al. (2022). Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pestisida Hayati. J. Pertanian Berkelanjutan, 15(2), 77–85.
Siregar, H., & Putra, A. (2021). Efektivitas Bioinsektisida dari Kotoran Sapi. J. Agrotek Indonesia, 18(3), 233–240.
Hidayat, M., et al. (2020). Aplikasi Pupuk Cair Organik dan Pestisida Hayati dari Limbah Peternakan. J. Ilmu Lingkungan, 12(1), 45–52.

Berita Terkait

22 Titik Usaha Walet Tak Berizin di Lhokseumawe Disikat, Pemko Bertindak Tegas
TMMD Ke-128 Dibuka, TNI Gelar Pasar Murah, Pengobatan Massal dan Bagi Sembako
Personel Brimob Kompi 2 Gelar Baksos Bersihkan Rumah Ibadah
Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan
Polda Aceh Nyatakan Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU
Jalan Provinsi Muara Situlen–Gelombang Aceh Tenggara Terancam Putus Akibat Banjir
Sidang Terbuka UIN Ar-Raniry Berlangsung Alot: Dosen UNISAI Alumni Dayah MUDI Tawarkan Paradigma Baru, Kompetensi Hibrid Lulusan Salafiyah
Polres Pidie Jaya Perkuat Edukasi Karhutla, Satreskrim Bersama DLHK Aceh Pasang Spanduk Imbauan Humanis

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:47 WIB

Polres Tapteng Redam Potensi Tawuran Remaja di Rusunawa Pandan, Sebilah Parang Disita

Rabu, 22 April 2026 - 12:13 WIB

Hari Bumi 2026, PT KAI Divre I Sumut Dorong E-Boarding Pass Kurangi Penggunaan Kertas

Rabu, 22 April 2026 - 11:27 WIB

Perkuat Kinerja Pemasyarakatan, 44 Pejabat Manajerial Kanwil Ditjenpas Sumut Resmi Dilantik

Rabu, 22 April 2026 - 09:30 WIB

PT Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa

Rabu, 22 April 2026 - 09:02 WIB

Kanwil Kemenkum Sumut Gelar Entry Meeting Bersama Itjen dalam Rangka Evaluasi Zona Integritas WBBM Tahun 2026

Rabu, 22 April 2026 - 08:44 WIB

Haji 2026: Imigrasi Sumut Sukses Kawal Kloter Pertama Embarkasi Medan

Selasa, 21 April 2026 - 22:19 WIB

Kepala Rutan Labuhan Deli Eddy Junaedi Hadiri Sertijab Kapolsek Medan Labuhan

Selasa, 21 April 2026 - 21:08 WIB

Hari Kartini 2026, Pelindo Regional 1 Perkuat Program Pengembangan Kepemimpinan Perempuan

Berita Terbaru