PAD Bocor, Bangunan Liar Merajalela: Kepemimpinan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap Dinilai Gagal Tegakkan Aturan

H²

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 22:55 WIB

50120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii SUMUT | Medan | Kota Medan kini tengah menghadapi krisis serius dalam tata kelola pemerintahan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, maraknya bangunan liar tanpa izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dinilai sebagai bentuk kelalaian dalam penegakan hukum yang berdampak langsung pada kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hasil investigasi media mengungkap adanya pola kerja terstruktur yang melibatkan oknum dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga dinas teknis. Para oknum ini diduga memfasilitasi pembangunan ilegal dengan imbalan uang suap atau “uang tutup mulut.” Praktik semacam ini menjadikan regulasi sebagai komoditas tawar-menawar dan melemahkan pengawasan dari Dinas Perkimcitaru Kota Medan.

Salah satu kasus paling menonjol terjadi di Jl. Asrama, Simpang Pondok Kelapa, di mana sebuah bangunan usaha berdiri meski tidak memiliki izin PBG. Dinas teknis telah dua kali melayangkan surat pemberitahuan, bahkan Satpol PP telah menerbitkan surat eksekusi. Namun hingga kini, bangunan tersebut tetap berdiri kokoh dan hampir rampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, pejabat terkait, termasuk Kepala Satpol PP Rakhmat Adisyah Putra, enggan memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi. “DJ”  sebagai pemilik bangunan yang disebut-sebut juga memiliki hotel ternama di Medan, dan banyak mengenal para pejabat seakan-akan sedang “menguji” keberanian pemerintah kota untuk bertindak tegas.

Pengamat tata kelola pemerintahan, Shohibul Anshor Siregar (UMSU), menyebut bahwa fenomena ini mencerminkan governance failure — kegagalan sistemik dalam menjalankan fungsi pengawasan dan regulasi.

“Ketika kapital swasta menguasai birokrasi, aturan berubah menjadi komoditas. PAD yang seharusnya masuk ke kas daerah justru bocor ke kantong pribadi,” tegas Siregar.

Ia juga menyoroti praktik state capture — di mana pengambilan keputusan publik dikendalikan oleh elite tertentu untuk keuntungan sempit.

“Penundaan eksekusi bangunan ilegal, meskipun dokumen tidak lengkap, merupakan contoh nyata pembajakan regulasi,” tegasnya.

Untuk mengatasi krisis ini, Siregar merekomendasikan tiga langkah konkonkret.

Pertama, Audit menyeluruh dan publikasi data perizinan PBG untuk memastikan transparansi proses.

Kedua, Evaluasi dan rotasi pejabat teknis yang terindikasi terlibat atau lalai dalam pengawasan.

Ketiga, Pembentukan lembaga pengawas tata ruang independen, melibatkan akademisi, jurnalis, arsitek, dan masyarakat sipil.

Tanpa komitmen kepemimpinan yang kuat dan berintegritas, Kota Medan dikhawatirkan akan terus terjebak dalam siklus pembiaran, korupsi, dan pembangunan yang tidak terkendali.

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada Wali Kota Rico Waas dan Wakilnya Zakiyuddin Harahap untuk bertindak tegas, memutus mata rantai praktik transaksional dalam birokrasi, dan menegakkan aturan demi pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Tim Redaksi.

Berita Terkait

Mengenal Lebih Dekat Bapas Kelas I Medan, Bersama Melayani dan Mengabdi
Stasiun Belawan Catat 18.636 TEUs Peti Kemas, KAI Dorong Integrasi Kereta Api-Pelabuhan di Sumut
Lapas Pemuda Kelas III Langkat: Tempat Belajar, Berkarya, dan Menyiapkan Diri Kembali ke Masyarakat
Kalapas Tebing Tinggi: Kepatuhan Tata Tertib Kunci Ciptakan Lapas yang Aman dan Kondusif
Imigrasi Sumut Dorong Reformasi Birokrasi Berorientasi pada Pelayanan Dan Kepercayaan Publik
BNCT Perkuat Sinergi Pelindo Group Lewat Prestasi Juara III Bulu Tangkis Di Medan
Barang Bukti Narkoba Senilai 82 Perkara Dimusnahkan Polres Pelabuhan Belawan Secara Transparan
Tampil Kompetitif Di Kandang Sendiri, BNCT Amankan Juara II Tenis Meja Internal Pelindo Group

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB