“Santai tapi Serius: Kasus Nasi Basi Jadi Peringatan,“Fahmi Sahab: Anak Sehat, Ekonomi Hidup, MBG Harus Dijalankan dengan Serius”

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 13:33 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | Aceh | Blangkejeren, 19 September 2025 – Kang Juna Sang Reporter Seputar Gayo melakukan bincang-bincang santai bersama Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, Fahmi Sahab, S.Pd, di Aroma Lauser Blangkejeren, Jumat sore. Obrolan hangat ini membahas persoalan yang tengah viral di media sosial, yaitu temuan nasi basi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 6 Blangkejeren dan SMA Negeri 1 Blangkejeren, yang terjadi pada Jumat, 12 September 2025 lalu.Tanya – Jawab Podcast

Kang Juna:

Pak Fahmi, masyarakat masih ramai memperbincangkan soal video viral nasi basi di sekolah. Bagaimana pandangan DPRK terkait persoalan ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Fahmi Sahab:

Program MBG ini sebenarnya gagasan Presiden Prabowo yang luar biasa. Ada dua tujuan besar: pertama, memenuhi gizi anak-anak sekolah agar prestasi belajar meningkat; kedua, menggerakkan roda perekonomian daerah. Artinya, program ini tidak hanya soal makan siang gratis, tapi juga bagaimana bahan pangan lokal bisa dimanfaatkan dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya.

 

Namun, munculnya kasus nasi basi ini jelas memprihatinkan. Artinya ada masalah serius dalam pengawasan dan pelaksanaan di lapangan. Kalau tidak segera dievaluasi, program yang bagus ini bisa gagal hanya karena lemahnya manajemen.

 

Kang Juna:

Jadi soal kualitas makanan yang kurang terjaga itu sebenarnya tanggung jawab siapa, Pak?

 

Fahmi Sahab:

Nah, ini yang harus diperjelas. Misalnya soal pembagian makanan ke kelas-kelas, apakah itu tugas guru? Saya kira tidak. Sebagai mantan Ketua PGRI Gayo Lues, saya paham betul bahwa tidak ada regulasi yang mewajibkan guru membagi makanan. Kalau semua serba tidak jelas, akhirnya ketika ada masalah, pihak-pihak hanya saling lempar tanggung jawab.

 

Kita perlu dudukkan bersama: siapa yang bertugas mengolah makanan, siapa yang mengawasi, siapa yang membagikan, dan siapa yang bertanggung jawab kalau ada kendala. Itu harus terang benderang.

 

Kang Juna:

Langkah apa yang DPRK dorong agar masalah ini tidak terulang lagi?

 

Fahmi Sahab:

DPRK mendorong Pemkab Gayo Lues untuk segera memanggil semua Kepala SPPG (Satuan Pengelola Program Gizi). Mereka harus duduk bersama dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya. Selama ini, kabarnya Pemkab sendiri tidak pernah benar-benar tahu bagaimana sistem kerja SPPG. Tidak ada komunikasi yang jelas.

 

Kalau begitu terus, ya wajar saja ada masalah di lapangan. Maka kami minta ada forum resmi untuk menyamakan persepsi dan menyepakati sistem kerja. Dengan begitu, ke depan jelas siapa bertanggung jawab di setiap tahapan.

 

Kang Juna:

Kalau soal ekonomi daerah yang jadi tujuan MBG, apakah selama ini sudah berjalan sesuai harapan?

 

Fahmi Sahab:

Potensinya besar sekali. Kalau bahan makanan didatangkan dari petani lokal, pedagang sayur, atau pelaku UMKM di Gayo Lues, tentu akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tapi kalau pelaksanaannya asal-asalan, manfaat ekonomi itu tidak akan tercapai. Jadi selain evaluasi teknis, kita juga ingin memastikan program ini benar-benar berpihak kepada masyarakat lokal.

 

Kesimpulan

Melalui bincang santai ini, Wakil Ketua DPRK Gayo Lues menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus dijaga dengan baik. DPRK meminta intervensi langsung Pemkab, koordinasi lintas dinas, serta transparansi peran SPPG agar kejadian nasi basi tidak terulang lagi.

 

Menurutnya, jika pengawasan kuat dan tupoksi jelas, maka program MBG tidak hanya mampu meningkatkan gizi dan prestasi siswa, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat Gayo Lues.

 

📰 Reporter: Kang Juna – Seputar Gayo

Berita Terkait

Aceh Diintai Banjir dan Longsor, Mualem Perintahkan Kesiapsiagaan Diperkuat
Perkuat Disiplin, Kasi Kamtib dan Kasi Binadik Beri Pengarahan kepada Peserta Magang
Momen Hangat dan Penuh Makna, Pisah Sambut Pejabat Struktural Lapas Perempuan Medan
Perkuat Tata Kelola Pelayanan Publik, Rutan Kelas I Labuhan Deli Ikuti Pemaparan Hasil Evaluasi di Lingkungan Kemenimipas
Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Kuatkan Kemandirian WBP Lewat Program Pertanian Kacang Tanah
Momentum Peringatan Hardikda 2026, SMK Negeri 1 Banda Aceh Kukuhkan Duta Literasi untuk masa Depan Gemilang
Sidang TPP Ke-41: Bapas Palangka Raya Pastikan Rekomendasi Pembinaan Klien Transparan dan Akuntabel
Bapas Palangka Raya Gabung Salat Istisqa di Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman, Mohon Hujan Redakan Asap

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Aceh Diintai Banjir dan Longsor, Mualem Perintahkan Kesiapsiagaan Diperkuat

Rabu, 2 September 2026 - 17:01 WIB

Tari Kreasi Nusantara SMA Negeri 7 Lhokseumawe Curi Perhatian di Hardikda Aceh ke-67

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Temui Kapolda Aceh, Ketua Baitul Mal Bahas Kemaslahatan Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 16:51 WIB

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Yahwa Tegaskan KUA Bukan Sekadar Urus Nikah

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 13:30 WIB

Peserta PKKPM Gelombang II IAIN Takengon Dampingi Penyerahan Al-Qur’an Wakaf dari Arab Saudi di Pantan Nangka

Rabu, 2 September 2026 - 12:17 WIB

Dinsos Aceh Tenggara Pulangkan Dua warga terlantar ke aceh utara, masing-masing bawa bayi.

Rabu, 2 September 2026 - 11:34 WIB

SEMANGAT TAK PERNAH PADAM! POLWAN PIDIE JAYA HADIR DI SYUKURAN HARI JADI KE-78 POLWAN RI

Berita Terbaru