Wali Nanggroe Minta Ganjar Perhatikan Aceh Jika Jadi Presiden

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 31 Juli 2023 - 11:11 WIB

20336 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES INEWS | NASIONAL SEMARANG – Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Semarang, Selasa (18/7/2023). Dalam kunjungan itu, Wali Nanggroe menyampaikan harapannya kepada Ganjar jika kelak terpilih menjadi Presiden Indonesia.

Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Semarang, Selasa (18/7/2023).

Setiba di kediaman usai kunjungan kerja di Kabupaten Demak, Ganjar langsung menyambut Wali Nanggroe yang telah menunggunya di ruangan. Perbincangan keduanya berlangsung santai selama hampir dua jam.

Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Semarang, Selasa (18/7/2023).

“Sangat senang dan merasa bangga diterima oleh Pak Gubernur, beliau juga sudah mengunjungi Aceh. Ini saya kunjungan balasan dengan beliau,” kata Wali Nanggroe usai perjumpaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tgk. Malik mengatakan, dalam perbincangan itu keduanya membahas beberapa hal. Di antaranya mengenai perkembangan di Aceh. Wali Nanggroe berharap, kelak saat Ganjar terpilih menjadi presiden bisa lebih memperhatikan Serambi Mekkah.

“Kami bicarakan hal biasa saja, masalah-masalah yang kalau bapak ini jadi presiden perhatikanlah Aceh. Bantu kami, itu kami bicarakan,” ucapnya.

Wali Nanggroe menuturkan, harapan tersebut disampaikan kepada Ganjar lantaran menurutnya sosok Ganjar memang layak menjadi Presiden Indonesia 2024.

“Sosoknya memang layak, jadi presiden menurut saya,” tandasnya.

Sementara itu, bacapres PDIP Ganjar Pranowo mengapresiasi kunjungan balasan dari Wali Nanggroe. Ganjar mengaku banyak mendapatkan perspektif dari Wali Nanggroe usai perjumpaan tersebut.

“Bagaimana kita membangun Aceh. Sudah ada undang-undangnya, tapi butuh implementasi yang lebih serius untuk kesejahteraan masyarakat Aceh,” tegasnya.

Gubernur Jateng dua periode itu mengatakan, potensi pengembangan di Aceh sangat besar. Belum lagi, secara geografis letak provinsi yang beribukota di Banda Aceh tersebut dekat dengan beberapa negara tetangga.

“Sehingga kami harapkan, ke depan beberapa program yang mesti dikerjakan di Aceh betul-betul dengan kekhususannya akan bisa lebih efektif untuk ke rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Ganjar juga melihat sumberdaya alam di Aceh juga potensial untuk dikembangkan. Hanya saja, dengan kekhususan daerah perlu implementasi yang dipertimbangkan dengan baik.

“Maka bagaimana kita me-manage ini tadi kita diskusikan. Ya sharing informasi, tentu beliau memberikan masukan yang cukup banyak untuk kita berpikir Aceh ke depan, dan saya sangat senang,” tandasnya.

Sebagai informasi, Ganjar Pranowo pernah berkunjung ke Nanggroe Aceh Darussalam pada medio April 2022. Dalam kunjungan itu, Ganjar diterima langsung Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar. (icad)

Penulis : Icad

Editor : icad

Sumber Berita : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02kYEuSwcCmoApA5fWVWCBV4bR9m37be4XqGP7cX8GVWEV9YMAwvacMEbdfp4xpySXl&id=100091126362342&mibextid=Nif5oz

Berita Terkait

PT.Eliot Luther Indonesia Tembus Wilayah Paling Terisolir Di Bener Meriah, Bantuan Diserahkan Di Tengah Akses Putus Total
Batalyon Dhira Brata Akpol ’90  Penyerahan dilakukan di atas Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Yang diterima Kadinsos dan Anggota DPRD Kabupaten Aceh Tamiang
Wagub Aceh Dampingi Menteri, Bantuan Udara Mulai Dikirim
Mendagri Tito Karnavian dan Menhan Sjafri Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Pidie Jaya, Bupati Sibral: “Bukti Pemerintah Pusat Hadir untuk Rakyat”
Kapolres Pidie Jaya Tinjau Titik Banjir, Pastikan Penanganan Cepat dan Terpadu
Tuanku Muhammad Minta PLN Membangun Pusat Listrik PLTG Ladong yang Tertunda Cukup Lama Untuk Penguatan Sistem Listrik di Banda Aceh dan Sekitarnya
Peacemaker Justice Award 2025: Menguatkan Penyelesaian Sengketa Nonlitigasi Di Indonesia
Beras Impor 250 Ton di Sabang Diizinkan Masuk, Tapi Dilarang Keluar Daerah Pabean

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 04:45 WIB

Berangsur Surut Rutan Tanjung Pura Mulai Melakukan Pemulihan Area Sekitar Rutan

Senin, 8 Desember 2025 - 03:58 WIB

Diseminasi KI Di Pematangsiantar, Kemenkumham Sumut Tekankan Dukungan Regulasi Daerah untuk Perlindungan Kekayaan Intelektual

Senin, 8 Desember 2025 - 03:44 WIB

DWP Kementerian Hukum Salurkan 150 Paket Bantuan Untuk Korban Banjir Di Medan

Minggu, 7 Desember 2025 - 23:31 WIB

Jubir Posko Bencana Hidrometeorologi Aceh Bantah Keras Berita Tempo: “Fitnah, Tidak Ada Intervensi Pemda!”

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:57 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Pemulihan Infrastruktur Aceh, Pastikan 97% Listrik Kembali Menyala

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:46 WIB

Wagub Aceh Fadhlullah Tinjau Jembatan Awe Geutah yang Ambruk, Pemerintah Siapkan Jembatan Alternatif

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:17 WIB

Bener Meriah — 12 Hari Pascabencana, Kondisi Daerah Masih Terisolir, Warga Hanya Butuh Listrik dan Bahan Bakar

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:16 WIB

Koordinator TKSK Aceh: Dari Lapangan hingga Posko Banda Aceh, Pilar Sosial Bergerak Menjangkau Korban Banjir Aceh.

Berita Terbaru